BRIEF.ID – Piala Dunia 2026 akan menjadi perhelatan sepak bola terbesar sepanjang sejarah. Di tahun ini untuk pertama kalinya Piala Dunia diadakan di 3 negara, yaitu Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Jumlah peserta juga ditambah dari 32 negara menjadi 48 negara, yang otomatis menambah jumlah pertandingan dan lamanya waktu penyelenggaran. Jumlah pertandingan yang awalnya 64 pertandingan bertambah menjadi 104 pertandingan dan waktu penyelenggaran juga bertambah dari 32 hari menjadi 39 hari.
Bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia 2026 ini membuat beberapa negara mampu menciptakan sejarah untuk pertama kalinya lolos ke turnamen 4 tahunan tersebut. Negara tersebut adalah Cape Verde dari Afrika, Curacao dari Amerika Tengah, Yordania dan Uzbekistan dari Asia, sementara Qatar untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia dari babak kualifikasi setelah pada Piala Dunia 2022 lolos sebagai tuan rumah.
Selain negara-negara debutan tersebut, ada juga negara-negara yang akhirnya kembali lagi merasakan atmosfer Piala Dunia setelah absen pada beberapa gelaran. Kongo dan Haiti lolos setelah terakhir berlaga pada 1974, Irak yang terakhir lolos pada 1986. Austria, Norwegia, dan Skotlandia kembali ke Piala Dunia setelah terakhir pada 1998. Negara kuda hitam di Piala Dunia 2002, Turki, akhirnya berhasil lolos kembali ke Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen ke-6 bagi 2 pesepakbola terbaik dunia, Leonel Messi dan Christiano Ronaldo, yang mana tahun ini diprediksi akan menjadi panggung sepakbola besar terakhir bagi keduanya yang masing-masing sudah menginjak 38 dan 41 tahun. Di sisi pencetak gol terbanyak, rekor saat ini masih dipegang oleh Miroslav Klose dari Jerman dengan 16 gol. Messi dan Kylian Mbappe menjadi 2 pemain aktif yang memiliki potensi untuk memecahkan rekor milik Klose. Messi total sudah mencetak 13 gol dan Mbappe 12 gol di Piala Dunia.
Tiap gelaran Piala Dunia tentu tidak pernah lepas dari kontroversi yang terjadi sebelum, saat, dan bahkan setelah turnamen selesai digelar. Dari 96 tahun penyelenggaraan, mungkin tahun 2026 ini menjadi Piala Dunia paling penuh kontroversi yang terjadi jauh sebelum turnamen dimulai. Seperti diketahui, Amerika Serikat memiliki aturan yang ketat terkait keimigrasian mereka bahkan Presiden Donald Trump sudah mewanti-wanti bila negaranya akan kembali memberlakukan travel ban bagi sejumlah negara saat terpilih kembali menjadi presiden Amerika Serikat.
Lolosnya Iran ke Piala Dunia 2026 menjadi puncak kontroversi yang terjadi. Iran lolos dari babak kualifikasi zona Asia pada 25 Maret 2025 dan pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan menewaskan pimpinan tertinggi mereka Ayatollah Ali Khamenei, yang dibalas dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Masalah muncul saat Iran yang tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dijadwalkan melakukan semua pertandingan mereka di wilayah Amerika Serikat. Iran akan melawan Selandia Baru dan Belgia di California, serta melawan Mesir di Seattle. Guna meminimalisir kontroversi yang sudah kadung terjadi, Tim Nasional Iran akhirnya memilih wilayah Tijuana, Baja California, Meksiko yang berbatasan langsung dengan Amerika Serikat, sebagai base camp dan lokasi latihan sepanjang Piala Dunia 2026. Nantinya Iran akan menyeberang ke wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan dan akan langsung kembali ke Meksiko setelah pertandingan usai.
Tim Nasional Irak juga merasakan bagaimana ketatnya proses keimigrasian di Amerika Serikat. Kapten Timnas mereka Aymen Hussein sempat ditahan dan diinterogasi oleh pihak imigrasi selama 7 jam di Bandara Internasional O’Hare Chicago, sementara pemain dan official Irak lainnya sempat ditahan selama 1 jam. Selain itu, fotografer resmi Timnas Irak, Talal Salah, ditolak masuk ke Amerika Serikat dan dipulangkan ke negara asalnya.
Kontroversi teranyar melibatkan wasit yang akan bertugas di Piala Dunia 2026. Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, tidak izinkan masuk oleh petugas imigrasi dan dideportasi kembali ke negaranya. Padahal dirinya termasuk dalam 52 orang wasit yang akan bertugas di Piala Dunia dan memiliki dokumen yang valid dari FIFA. Omar adalah Wasit Terbaik Afrika di tahun 2025 dan menjadi wasit asal Somalia pertama yang menjadi pengadil pada gelaran Piala Afrika dan Liga Champions Afrika. (BIS)


