BRIEF.ID – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kinerja keuangan yang solid pada Kuartal I-2026 dengan penjualan bersih Rp 35,24 triliun atau tumbuh 7,53% YoY dari Rp 32,77 triliun. Perolehan laba bersih berasal dari segmen makanan Rp 25,18 triliun dan non-makanan Rp 10.05 triliun, yang mencerminkan ketahanan bisnis inti perseroan tetap solid.
Dikutip dari riset Phintraco Sekuritas, Senin (1/6/2026), perseroan kini mengoperasikan sekitar 23,636 gerai dengan karyawan 42,115 orang.
“Laba bersih AMRT pada Kuartal I-2026 tumbuh 10,29% YoY menjadi Rp 1,07 triliun dari Rp 975,11 miliar, dengan laba usaha meningkat 14,52% YoY menjadi Rp1,44 triliun dan laba kotor naik 7,06% YoY menjadi Rp7,67 triliun,” demikian disebutkan Riset Phintraco Sekuritas.
Total aset tercatat sebesar Rp 45,8 triliun per Kuartal I-2026, meningkat dari Rp 42,57 triliun pada akhir 2025, dengan ekuitas tumbuh menjadi Rp 19,9 triliun dari Rp19.38 triliun.
Disebutkan, saham AMRT mengalami penurunan secar year-to-date sebesar 40,05% dari level Rp 1.985 pada awal 2026. Koreksi harga saham mencerminkan tekanan sentimen eksternal dibandingkan kondisi fundamental perseroan yang tetap bertumbuh positif.
Tekanan saham AMRT bersumber dari dua faktor eksternal, yakni wacana penghentian izin pembukaan gerai baru dalam rangka mendukung ekspansi Kopdes Kelurahan Merah Putih (KMP), serta rebalancing MSCI yang menempatkan AMRT dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index efektif 29 Mei 2026.
Saat ini, saham AMRT diperdagangkan pada PBV 2,83x, lebih tinggi dari rata-rata PBV subsektor perdagangan ritel barang primer sebesar 1,88x. Sementara itu, AMRT diperdagangkan pada PER 16,07x lebih tinggi dari PER subsektornya pada 13,27x. (nov)


