Bahlil Pastikan Warga Lokal Jadi Prioritas Rekrutmen Proyek LNG Abadi Masela

BRIEF.ID – Pemerintah menegaskan masyarakat lokal akan menjadi prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja pada Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Langkah tersebut dilakukan agar manfaat investasi bernilai ratusan triliun rupiah itu dapat dirasakan langsung oleh warga di sekitar kawasan proyek.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengemukakan pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal sejak dini melalui pendidikan dan pelatihan di bidang minyak dan gas.

Bahkan, menurutnya, sejumlah putra daerah telah dikirim untuk menempuh pendidikan di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu sebagai bekal bekerja di proyek tersebut.

“Sebagian anak daerah sudah dikirim untuk sekolah di Cepu, di Akademi Migas milik Kementerian ESDM. Dan mereka semuanya akan kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela,” tutur Bahlil di sela-sela acara groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7).

Menurut Bahlil, tenaga kerja profesional yang direkrut nantinya akan mengutamakan putra daerah. Apabila kebutuhan tenaga kerja belum terpenuhi, barulah perusahaan dapat merekrut pekerja dari daerah lain maupun luar negeri.

“Lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari tier satu dan tier dua. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tapi tidak memprioritaskan mereka,” katanya

Pembangunan Proyek LNG Abadi Masela diperkirakan membutuhkan sekitar 12.000 tenaga kerja langsung selama masa konstruksi. Selain itu, proyek ini juga diyakini akan menciptakan efek berganda dengan potensi penyerapan hingga 36.000 tenaga kerja tidak langsung melalui berbagai sektor pendukung. Setelah memasuki tahap operasi, proyek tersebut diproyeksikan mempekerjakan sekitar 800 hingga 1.000 orang, dengan mayoritas diharapkan berasal dari masyarakat lokal.

Tak hanya tenaga kerja, pemerintah juga mendorong keterlibatan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok proyek. Bahlil meminta seluruh pihak yang terlibat memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengusaha lokal agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan Blok Masela.

“Prioritaskan pengusaha lokal. Ini sejalan dengan apa yang diperintahkan Bapak Presiden,” ujarnya.

Di sisi lain, Bahlil mengingatkan pemerintah daerah agar menjaga tata kelola proyek secara transparan dan profesional. Ia menegaskan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tidak boleh mencederai pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

“Jangan main KKN. Jangan karena tim sukses terus kalian dorong, tidak boleh. Harus profesional,” tuturnya

Bahlil juga meminta aparat penegak hukum ikut mengawal jalannya pembangunan Proyek LNG Abadi Masela sehingga investasi dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Rakyat adalah bagian terpenting dari aset negara ini. Karena tujuan pembangunan kita adalah bagaimana mendorong mereka bisa sejahtera,” tutupnya. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BI Pertahankan BI Rate 5,75%

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%...

XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Pascagempa NTT

BRIEF.ID-Pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur...

Dua Kapal Polri Angkut 17,5 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores

BRIEF.ID - Dua kapal kepolisian dikerahkan untuk mengangkut bantuan...

Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah telah Kirim 253 Ton Logistik Bantuan ke NTT

BRIEF.ID - Pemerintah tengah mempercepat pengiriman bantuan untuk masyarakat...