BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 34,73 poin atau 0,46% di level 7.559,38 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/4/2026). Sentimen negatif, terutama berasal dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang masih akan membekukan rebalancing indeks saham Indonesia periode Mei 2026.
Meskipun otoritas bursa sudah melakukan berbagai upaya untuk reformasi pasar modal Indonesia, MSCI masih akan mengevaluasi konsistensi dan efektivitas kebijakan baru, khususnya peningkatan transparansi data kepemilikan saham dan rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.
Investor juga mengantisipasi MSCI akan menghapus saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Kekhawatiran terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia ke kategori Frontier Market diperkirakan mulai mereda.
Secara teknikal, histogram MACD IHSG masih berada di area positif, meskipun mulai terjadi penyempitan. Stochastic RSI masih berada di area overbought dan melanjutkan penurunan ke arah pivot. IHSG masih berada di atas level MA20, namun berada di bawah level MA5. IHSG sudah menutup gap down di 7.527 dan masih bertahan di atas level 7.500 sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 7.480-7.620.
Indeks di bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan Selasa (21/4/2026), di tengah harapan adanya solusi bagi konflik di Timur Tengah, meskipun di lain pihak ketegangan AS dan Iran masih berlangsung.
Indeks di bursa Eropa dibuka di teritori positif, meskipun investor mencermati perkembangan menjelang berakhirnya batas waktu gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran.
Harga minyak mentah bergerak melemah dalam kisaran sempit di level US$ 87 per barel untuk WTI dan US$ 95 per barel untuk Brent. (nov)


