BRIEF.ID – Perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) tahun ini menjadi momen yang berbeda. Di tengah semarak penyelenggaraan Piala Dunia 2026, ribuan penggemar sepak bola dari berbagai penjuru dunia, larut dalam peringatan 250 tahun berdirinya AS di dua kota tuan rumah, yaitu Philadelphia dan Houston, pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat atau Minggu (5/7/2026).
FIFA memadukan atmosfer pesta sepak bola dengan perayaan bersejarah bangsa AS melalui rangkaian acara khusus sebelum pertandingan babak 16 besar digelar.
Stadion di kedua kota itu dipenuhi nuansa merah, putih, dan biru, warna bendera Amerika Serikat, sehingga menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, sejarah, dan budaya.
Di Philadelphia, kota tempat Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat diadopsi pada 4 Juli 1776, laga antara Prancis dan Paraguay diawali pertunjukan spektakuler yang sarat makna sejarah.
Penyanyi Idina Menzel membawakan lagu kebangsaan “The Star-Spangled Banner,” disusul penampilan grup musik The Roots serta Philadelphia Boys Choir yang menyanyikan “America the Beautiful.”
Formasi pesawat tempur melintas di atas stadion, sementara layar raksasa dan dekorasi stadion menampilkan kutipan-kutipan dari Deklarasi Kemerdekaan, mengingatkan para penonton pada lahirnya negara itu 250 tahun silam.

Sementara itu, di Houston, Texas sebelum pertandingan Kanada melawan Maroko, suasana patriotik juga terasa kuat. Para penonton menerima ucapan selamat Hari Kemerdekaan dari para astronaut yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Sebuah spanduk raksasa berbentuk lingkaran bertuliskan angka “250” dengan motif bendera AS dibentangkan di tengah lapangan ketika lagu-lagu kebangsaan dikumandangkan, yang disambut tepuk tangan meriah dari puluhan ribu suporter.
Bagi banyak pendukung yang datang dari berbagai negara, momen ini menjadi pengalaman yang langka. Mereka tidak hanya menyaksikan pertandingan fase gugur Piala Dunia 2026, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan bersejarah AS yang berlangsung tepat seperempat milenium setelah penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan.
Perayaan itu mencerminkan bagaimana olahraga mampu menjadi jembatan budaya. Di tengah persaingan sengit di lapangan, ribuan suporter dari berbagai bangsa berdiri berdampingan, merayakan kecintaan terhadap sepak bola sekaligus menghormati tonggak sejarah negara tuan rumah.
Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga terbesar di dunia, tetapi juga ajang yang mempertemukan sejarah, tradisi, dan persahabatan lintas negara dalam satu perayaan global. (nov)


