BRIEF.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus mendukung seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dalam memanfaatkan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Airlangga optimistis peluncuran Program Stimulus Ekonomi akan meningkatkan mobilitas dan menjaga daya beli masyarakat, serta berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Lebaran, Idul Fitri terbukti di periode yang lama, termasuk Nataru meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin sampai dengan 5,39%,” kata Airlangga saat memberikan keterangan pers terkait peluncuran Stimulus Ekonomi HBKN Idul Fitri 2026: Diskon Tarif Transportasi, WFA, dan Bantuan Pangan di Stasiun Gambir Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dalam rangka HBKN Idul Fitri 2026, Pemerintah kembali merilis stimulus berupa diskon tarif transportasi dengan total anggaran yang dipersiapkan mencapai sebesar Rp 911,16 miliar.
Untuk moda transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30% dari harga tiket untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026 dan angkutan laut PT Pelni diberikan diskon 30% dari tarif dasar untuk periode perjalanan 11 Maret–5 April 2026.
Selain itu, angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026, serta angkutan udara diberikan diskon tarif 17–18% dari harga tiket untuk penerbangan domestik kelas ekonomi pada 14–29 Maret 2026.
Pembelian tiket untuk periode perjalanan yang mendapatkan diskon tarif transportasi tersebut dapat dilakukan masyarakat mulai tanggal 11 Februari 2026.
Pemerintah juga akan menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi ASN dan pekerja swasta untuk mengoptimalisasi dampak positif lonjakan mobilitas masyarakat dalam periode libur HBKN tahun ini.
Selain itu, Pemerintah juga telah menyiapkan skema Bantuan Pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan bagi sekitar 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan estimasi anggaran mencapai sebesar Rp11,92 triliun, yang akan diserahkan sekaligus untuk dua bulan di awal bulan Ramadan.
Melalui pelaksanaan Stimulus Ekonomi HBKN Idul Fitri 2026, Pemerintah berharap peningkatan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih terkelola, aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap perekonomian nasional terus berlanjut.
“Kami harapkan seluruh unit usaha, termasuk BUMN yang menjalankan program diskon, dapat menjaga agar pelaksanaannya berjalan dengan baik sampai dengan implementasinya. Hal ini juga termasuk industri swasta yang telah diberikan pengaturan dan regulasi terkait dengan program tersebut,” kata Airlangga.
Ia mengatakan, lonjakan mobilitas masyarakat dalam setiap periode HBKN, termasuk peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai daerah. Dukungan Pemerintah melalui Program Stimulus Ekonomi, diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan selama libur HBKN sekaligus membantu mengurangi kemacetan, yang kerap terjadi selama periode libur.
“Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idul Fitri 2025 itu mencapai mobilitas masyarakat 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta, dan secara year on year satu tahun pada 2025 itu 5,11%. Dan, pada Desember penyumbang wisman 1,41 juta orang dan wisnus 105,98 juta orang,” jelas dia.
Hadir pada kesempatan itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (nov)


