Pasar Saham Global Ditutup Beragam, Yen Menguat dan Harga Minyak Anjlok

BRIEF.ID – Pasar saham global ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (3/8/2026), setelah Amerika Serikat (AS) dan Jepang mengonfirmasi telah melakukan intervensi bersama untuk menopang nilai tukar Yen terhadap Dolar AS.

Di sisi lain, harga minyak dunia merosot tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah memerintahkan militer AS untuk menahan diri dari serangan terhadap Iran. Trump mengklaim peluang tercapainya kesepakatan mengakhiri konflik di Timur Tengah semakin terbuka, berbalik dari pernyataannya sehari sebelumnya yang mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Nilai tukar Dolar AS sempat melemah hingga mendekati 155,20 Yen setelah konfirmasi intervensi tersebut. Sebagai perbandingan, pekan lalu Dolar sempat diperdagangkan mendekati level 164 Yen, level tertinggi dalam sekitar 40 tahun. Pada perdagangan Senin malam di Tokyo, kurs Dolar berada di 156,68 Yen.

Penguatan Yen berpotensi mengurangi keuntungan eksportir Jepang yang selama ini diuntungkan oleh mata uang domestik yang lemah. Namun, Yen yang lebih kuat juga membantu meningkatkan daya beli masyarakat Jepang dengan menekan biaya impor energi dan berbagai kebutuhan pokok.

Analis SPI Asset Management, Stephen Innes, menilai langkah Washington menjadi sinyal kuat bagi pasar.

“Washington tidak lagi hanya memberi Tokyo izin untuk mempertahankan yen. Mereka kini siap berdiri di sisi yang sama dalam perdagangan,” ujarnya.

Di pasar valuta asing, nilai tukar mata uang Euro melemah ke level US$ 1,1527 dari sebelumnya US$ 1,1549.

Sementara itu, bursa saham Eropa ditutup menguat. Indeks DAX Jerman naik 1,3% menjadi 25.963,51, CAC 40 Prancis menguat 1% menjadi 8.596,56, sedangkan FTSE 100 Inggris bergerak relatif datar di level 10.861,95.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham AS juga menunjukkan sentimen positif. Futures S&P 500 naik 0,5%, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,6%.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa cenderung beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,9% menjadi 63.754,90, sedangkan Kospi Korea Selatan anjlok 5,1% menjadi 6.257,45 setelah mengalami reli 17,9% pada perdagangan Jumat (31/7/2026) lalu. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix, yang sebelumnya melonjak lebih dari 25%, masing-masing terkoreksi sekitar 8,8%.

Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 0,5% menjadi 26.009,40. Indeks Komposit Shanghai turun 0,6% menjadi 3.809,66, sementara S&P/ASX 200 Australia menguat 0,2% menjadi 8.996,90. Indeks Taiex Taiwan naik 0,6% dan Sensex India bertambah 0,8%.

Harapan meredanya konflik di Timur Tengah turut menekan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent turun 4,7% menjadi US$83,92 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 5,6% menjadi US$79,89 per barel.

Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), Wall Street berhasil menutup bulan Juli dengan penguatan. Indeks S&P 500 naik 0,7%, Dow Jones Industrial Average bertambah 0,5%, dan Nasdaq Composite menguat 1%.

Sepanjang beberapa pekan terakhir, pasar keuangan global bergejolak akibat lonjakan harga minyak yang dipicu konflik di Timur Tengah, serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi perusahaan teknologi dalam kecerdasan buatan (AI) dan tingginya valuasi saham-saham produsen chip. (AP/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Realisasi KUR 2026 Capai Rp169 Triliun, Jangkau 2,65 Juta UMKM

BRIEF.ID – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2026...

Unggahan AI Donald Trump sebagai Elvis Presley Tuai Kritik Penggemar Musik

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai...

Kinerja Ekspor RI Naik 8,84% Pada Juni 2026

BRIEF.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor...

Sekuel Film Barbie Masih Tanda Tanya, Ada Apa?

BRIEF.ID – Nasib sekuel film blockbuster Barbie (2023) masih...