Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit US$1,61 Miliar, Pertama Kali dalam 6 Tahun Terakhir

BRIEF.ID –  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit tersebut merupakan pertama kali dalam 6 tahun terakhir.

Selama 72 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan. Terakhir, neraca dagang Indonesia mengalami surplus US$89,1 juta pada April 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan defisit neraca perdagangan Mei 2026 dipicu komoditas minyak dan gas (migas), yang mengalami defisit US$3,76 miliar. penyumbang terbesar adalah kelompok hasil minyak dan minyak mentah.

“Untuk periode Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar, dengan rincian ekspor sebesar US$23,20 miliar, dan impor US$24,81 miliar,” kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut dia, nilai ekspor tersebut turun 5,73% secara tahunan atau Year-on-Year (YoY) pada Mei 2026, sedangkan nilai impor meningkat 22,16% (YoY).

Pada saat yang sama, neraca perdagangan nonmigas surplus US$2,15 miliar dengan komoditas penyumbang surplus dari bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.

Dia menuturkan, sepanjang tahun ini (periode Januari 2026 sampai Mei 2026), neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif masih mencatat surplus US$4,03 miliar.

“Surplus neraca perdagangan sepanjang tahun ini masih ditopang komoditas nonmigas dengan surplus sebesar US$16,31 miliar, sedangkan  komoditas migas masih defisit US$12,28 miliar,” ungkap Ateng.

Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg terhadap 21 ekonom dan analis memperkirakan pertumbuhan ekspor RI melambat menjadi hanya 3,75% secara tahunan, lebih rendah dari 21,98% pada April. Di sisi lain, impor diperkirakan masih tumbuh relatif tinggi sebesar 18,26%.  

Ekonom dan analis juga memperkirakan neraca perdagangan mengalami perbaikan menjadi US$1,01 miliar pada Mei 2026, naik dari posisi sebelumnya US$89,1 juta. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Rachmat Gobel Meninggal, Surya Paloh Mengaku Sangat Kehilangan

BRIEF.ID – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengenang ...

Jampidsus Pastikan Penanganan Korupsi MBG Tak Berhenti, Pemberkasan Diprioritaskan

BRIEF.ID – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)...

IHSG Melaju ke Level 5.900 Ditopang Saham Sektor Konsumsi dan Konstruksi

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...