BRIEF.ID – PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) akan melakukan right issue sebanyak-banyaknya 1.362.724.000 saham baru untuk mendukung ekspansi di sektor perfilman.
Aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,36 miliar saham baru atau setara maksimal 20% dari modal ditempatkan.
Namun hingga saat ini, harga pelaksanaan belum ditetapkan dan akan ditentukan kemudian oleh manajemen setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Penambahan modal bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan sekaligus memberikan fleksibilitas pendanaan guna mendukung ekspansi bisnis. Namun, bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, terdapat potensi dilusi kepemilikan hingga maksimal 16,67%.
Dari sisi penggunaan dana, seluruh dana bersih hasil PMHMETD akan dialokasikan untuk modal kerja, khususnya pembiayaan produksi konten (film, web series, sinetron) beserta aktivitas pemasarannya. Selain itu, Perseroan juga akan melakukan penyertaan modal kepada entitas anak, PT Platinum Sinema yang akan digunakan untuk ekspansi jaringan bioskop melalui pembangunan dan operasional ~50 teater baru di berbagai kota di Indonesia.
Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi ini dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 5 Mei 2026.
Saat ini, RAAM diperdagangkan pada PBV 1.07x as of 9M25, lebih rendah dibandingkan CNMA (2.04x) dan SCMA (2.44x). Posisi ini mencerminkan bahwa valuasi RAAM masih berada pada level yang relatif moderat di dalam subsektor media.
Di sisi lain, kinerja profitabilitas Perseroan masih dalam tekanan, tercermin dari NPM -18.61% dan ROE -2.07%, sehingga ruang perbaikan kinerja ke depan menjadi faktor yang akan menentukan re-rating valuasi selanjutnya.


