Mimpi Terburuk Wall Street, Indeks Nasdaq Anjlok 10%  

BRIEF.ID – Saham-saham anjlok tajam dan menciptakan mimpi terburuk pada penutupan perdagangan di bursa Wall Street, Kamis (26/3/2026). Di sisi lain, harga minyak  kembali melambung seiring  keraguan tentang kemungkinan berakhirnya perang AS-Israel dengan Iran.

Indeks S&P 500 merosot 1,7%, penurunan tertinggi sejak Januari 2026.   Penurunan ini diprediksi akan menjadi rentetan penurunan terpanjang pada kurun waktu hampir empat tahun.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 469 poin atau 1%, dan indeks komposit Nasdaq merosot 2,4% hingga lebih dari 10% di bawah rekor tertingginya pada awal tahun 2026. Penurunan yang cukup tajam ini disebut oleh investor profesional sebagai “koreksi.”

Pasar saham juga anjlok di sebagian besar bursa Asia dan Eropa, menyusul  pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pembicaraan produktif telah dilakukan tentang mengakhiri perang. Namun, Iran secara tegas membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS, yang kemudian menolak proposal gencatan senjata AS yang disampaikan melalui Pakistan.

Pada Kamis (26/3/2026), pertempuran berlanjut dan ribuan pasukan AS lainnya mendekati wilayah Iran. Sementara itu, Iran memperketat cengkeramannya di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak dunia yang sangat penting. Disebut-sebut, Iran sedang membangun semacam “pos tol” bagi kapal tanker untuk melewati jalur air sempit itu, yang biasanya dilewati seperlima minyak dunia dari Teluk Persia menuju pelanggan di seluruh dunia.

Harga minyak mentah Brent per barel naik 4,8% menjadi US$ 101,89 per barel karena harapan akan potensi kembalinya kondisi normal di selat tersebut meredup. Angka itu naik dari sekitar US$ 70  per barel sebelum perang dimulai, pada 28 Februari 2026. Harga minyak mentah acuan AS naik 4,6% menjadi US$ 94,48 per barel.

“Mereka sebaiknya segera serius, sebelum terlambat. Karena begitu itu terjadi, TIDAK ADA JALAN KEMBALI, dan itu tidak akan menyenangkan!,” kata Trump di jejaring media sosialnya,  pada Kamis (26/3/2026) pagi tentang para negosiator Iran.

Hanya beberapa menit setelah Wall Street menyelesaikan perdagangan, Trump sedikit melunakkan ucapannya. Dia mengatakan akan menunda ancamannya untuk “menghancurkan” pembangkit listrik Iran hingga 6 April 2026, memberikan lebih banyak waktu untuk pembicaraan.

“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan yang salah yang bertentangan oleh Media Berita Palsu, dan lainnya, pembicaraan berjalan dengan sangat baik,” ujarnya

Setelah pernyataan Trump, harga minyak kembali kurun  mendekati US$ 100 per barel. Imbal hasil obligasi pemerintah juga mengurangi lonjakan besar mereka di pasar obligasi.

Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun melonjak hingga 4,43% pada hari Kamis dari 4,33% pada Rabu (25/3/2026) malam dan dari hanya 3,97% sebelum perang dimulai. Itu adalah lonjakan signifikan untuk pasar obligasi, dan telah mendorong suku bunga lebih tinggi untuk hipotek dan jenis pinjaman lainnya bagi rumah tangga dan bisnis AS, yang memperlambat perekonomian. (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Diprediksi Bergerak Sideways

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Harga Minyak Naik, Indeks Wall Street Tiarap

BRIEF.ID – Indeks harga saham di Wall Street ditutup...

Tahun 2025, Bonus Pekerja Wall Street Tembus US$ 246.900

BRIEF.ID - Rata-rata bonus pekerja di bursa Wall Street...

AS Tunda Hingga 6 April 2026 Rencana Penghancuran Pembangkit Energi Iran

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan...