BRIEF.ID – Daya Tarik Venezuela sebagai salah satu pemilik cadangan minyak terbesar di dunia menjadi perhatian di tengah berita penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, pada Jumat.
Dilansir dari TRT World, Venezuela tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak mentah terbukti (proven crude oil reserves) terbesar di dunia pada 2024, menguasai hampir seperlima cadangan global. Hal tersebut merujuk pada data Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang dirangkum dalam laporan tahunannya.
Berdasarkan data tersebut, Venezuela memiliki sekitar 303 miliar barel cadangan minyak terbukti, atau setara 19,4% dari total cadangan minyak dunia. Posisi ini menempatkan Venezuela di atas Arab Saudi yang memiliki cadangan sekitar 267 miliar barel atau 17,1% dari total global.
Di peringkat berikutnya terdapat Iran dengan cadangan minyak mencapai 209 miliar barel (13,3%), disusul Kanada sebesar 171 miliar barel (10,9%). Sementara itu, Irak menempati posisi kelima dengan cadangan sekitar 145 miliar barel atau setara 9,3% dari total cadangan dunia.
Negara-negara Timur Tengah masih mendominasi daftar sepuluh besar pemilik cadangan minyak terbesar. Uni Emirat Arab (UEA) tercatat memiliki cadangan sekitar 113 miliar barel (7,2%), diikuti Kuwait dengan 102 miliar barel (6,5%). Adapun Rusia berada di posisi selanjutnya dengan cadangan mencapai 80 miliar barel atau sekitar 5,1%.
Sementara itu, negara Afrika Utara Libya tercatat memiliki cadangan sekitar 48 miliar barel (3,1%). Amerika Serikat melengkapi daftar sepuluh besar dengan cadangan minyak terbukti sekitar 45 miliar barel atau 2,9% dari total cadangan global.
Data OPEC tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar cadangan minyak dunia masih terkonsentrasi di negara-negara anggota OPEC, meskipun sejumlah negara non-OPEC seperti Kanada, Rusia, dan Amerika Serikat tetap memainkan peran penting dalam pasokan energi global.
Meski memiliki cadangan terbesar, produksi minyak Venezuela dalam beberapa tahun terakhir masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan investasi, sanksi ekonomi, hingga persoalan infrastruktur. Kondisi ini membuat besarnya cadangan belum sepenuhnya tercermin dalam kontribusi produksi terhadap pasar minyak dunia. (ano)


