Kemenkes Buka Jalur Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

BRIEF.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka jalur pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit  untuk memperluas akses putra-putri daerah terhadap pendidikan spesialis sekaligus mendorong pemerataan layanan kesehatan nasional.  Kebijakan ini ditempuh sebagai  tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, melalui penetapan rumah sakit pendidikan penyelenggara utama, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah dokter spesialis  yang  mengabdi di daerah.

“Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan kedokteran guna meningkatkan jumlah lulusan dokter spesialis dari sekitar 2.700 menjadi 10.000 orang per tahun,” ujar Menkes, dikutip dari laman resmi Sekretariat Negara (Setneg), Jumat (23/1/2026).

Menkes menambahkan, peningkatan tersebut  untuk mengejar ketertinggalan Indonesia terhadap  negara maju dalam rasio dokter spesialis terhadap jumlah penduduk.

“Kalau kita produksi 2.700 orang dokter spesialis dengan populasi 280 juta jiwa, kemudian Inggris produksi 12.000 orang, pasti ada yang salah. Harusnya kita naikkan minimal 4 kali lipat,” ujar Budi.

Menurut Menkes, penetapan rumah sakit sebagai penyelenggara utama pendidikan membuka akses lebih luas bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis, sekaligus mengatasi keterbatasan kuota universitas dalam program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Melalui model pendidikan berbasis rumah sakit (hospital-based), jalur pendidikan spesialis diharapkan lebih merata dan mudah diakses oleh dokter di seluruh Indonesia.

Program ini memprioritaskan putra-putri daerah, khususnya dokter umum yang telah mengabdi di RSUD, agar setelah lulus dapat kembali memperkuat layanan kesehatan di daerah asal. Pemerintah juga memastikan mutu pendidikan tetap terjaga melalui penerapan standar global, termasuk pengaturan jam kerja dan sistem evaluasi yang transparan.

“Kita bisa memastikan standarnya ada, standar kualitasnya itu tadi. Bukan hanya sekadar standar kelulusan,” tandasnya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Mata Uang Asia Terlemah, Pemicu Utama Faktor Domestik bukan Global

BRIEF.ID - Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Rami, mengatakan...

Pengunduran Diri Perry Warjiyo hingga Presiden Pimpin Rapat KSSK, Sinyal Pemerintah Kontrol BI

BRIEF.ID - Investor menangkap sinyal kuat pemerintah ingin lebih...

Survei SMRC: Prabowo Subianto Bakal Kalah Telak jika Bertemu Dedi Mulyadi di Pilpres 2029

BRIEF.ID – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membeberkan...

Darmadi Durianto Minta Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Desain Program KDMP

BRIEF.ID – Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto meminta...