BRIEF.ID – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan ratusan santri Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan mendapat penanganan kesehatan secara cepat dan tepat.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan kondisi para santri menjadi perhatian utama pemerintah. Kemenag melalui jajaran di daerah terus memantau perkembangan kesehatan mereka serta berkoordinasi dengan pihak pesantren dan instansi kesehatan.
“Yang paling utama saat ini adalah memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan kesehatan dengan baik. Kementerian Agama melalui jajaran di daerah terus memantau perkembangan kondisi mereka dan berkoordinasi dengan pihak pesantren serta instansi kesehatan,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Peristiwa terjadi pada Selasa (1/9/2026). Sejumlah santri dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan keluhan berupa sakit, pusing, mual, dan lemas.
Mendapat laporan mengenai kondisi tersebut, pengasuh Pesantren Manbaul Hikam segera melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat. Pihak pesantren berkoordinasi dengan puskesmas dan dinas kesehatan untuk memastikan para santri mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan medis.
Karena jumlah santri yang mengalami keluhan cukup banyak, ratusan santri kemudian dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Para santri, antara lain dirujuk ke RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura Candi, RS Siti Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, dan RS Arafah Anwar Medika.
Rujukan ke sejumlah rumah sakit dilakukan agar para santri dapat memperoleh pelayanan medis sesuai dengan kondisi masing-masing. Langkah tersebut juga dilakukan untuk memastikan santri yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dapat segera mendapatkan penanganan.
Kemenag melalui jajaran di daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus tersebut. Koordinasi dengan pihak pesantren dan instansi kesehatan dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi para santri sekaligus memastikan proses penanganan berjalan dengan baik.
Amien menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para santri menjadi prioritas dalam penanganan kejadian tersebut. Pemerintah juga memastikan komunikasi dengan pihak pesantren terus dilakukan selama proses penanganan berlangsung.
Sementara itu, dugaan keracunan yang dialami para santri masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut. Penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan sebelum terdapat hasil pemeriksaan dari pihak kesehatan dan instansi terkait.
Kemenag juga mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk tetap melakukan koordinasi dan menyampaikan informasi berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kasus yang melibatkan ratusan santri tersebut menjadi perhatian karena terjadi dalam lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Penanganan cepat diperlukan untuk memastikan kondisi para santri tidak memburuk serta mencegah munculnya dampak yang lebih luas.
Dengan dilakukannya rujukan ke sejumlah fasilitas kesehatan, pemerintah berharap para santri yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera mendapatkan perawatan hingga kondisinya membaik.
Kemenag akan terus memantau perkembangan kasus tersebut bersama jajaran di daerah, pihak pesantren, dan instansi kesehatan terkait. Perkembangan kondisi para santri serta hasil pemeriksaan lebih lanjut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya dalam penanganan kejadian itu. (nov)


