BRIEF.ID – Tahun 2025 menjadi periode penuh dinamika bagi perekonomian Indonesia. Awal tahun dibuka dengan kebijakan PPN 12 persen yang difokuskan pada barang mewah, disusul peluncuran Danantara sebagai instrumen strategis pengelolaan aset negara. Namun, tekanan mulai terasa pada kuartal I ketika pertumbuhan ekonomi melambat ke 4,87 persen—terendah sejak 2021—serta nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan.

Pemerintah merespons cepat melalui suntikan insentif fiskal Rp24,44 triliun pada Juni untuk menjaga daya beli dan menopang dunia usaha. Upaya ini mulai menunjukkan hasil pada paruh kedua tahun. Pertumbuhan ekonomi kembali menguat ke 5,12 persen pada kuartal II, penerimaan pajak semester I menembus Rp831 triliun, dan investasi domestik melampaui modal asing.

Menjelang akhir tahun, stabilitas semakin menguat. Pertumbuhan ekonomi kuartal III tercatat 5,04 persen, sementara neraca perdagangan kembali surplus US$2,39 miliar. Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun ujian sekaligus penegasan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

(ano/mrf)


