BRIEF.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan mengutuk serangan Iran terhadap warga sipil di negara-negara Teluk dan tindakan lain, yang mengancam kebebasan navigasi dan keamanan di Selat Hormuz.
Hal itu diungkapkan Motegi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Senin (9/3/2026).
Motegi mengulangi posisi Jepang bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan segera membebaskan dua warga negara Jepang. Motegi mengatakan Araghchi menyampaikan posisi Iran dan menjanjikan kerja sama penuh negaranya dalam memastikan keselamatan warga negara Jepang.
Motegi mengaku, pemerintah telah mengonfirmasi bahwa salah satu warga negara Jepang ditahan oleh pihak berwenang Iran di Teheran, pada 20 Januari 2026.
Jepang, lanjutnya, telah menjalin kontak dengan kedua warga negara Jepang setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
Kecaman Jepang terhadap Iran berkaitan dengan kekhawatiran bahwa aksi balasan dan eskalasi militer dapat memperburuk konflik Timur Tengah dan mengancam stabilitas global. (Associated Press/nov)


