BRIEF.ID – Mayoritas saham Asia bergerak dalam kisaran sempit pada Rabu (13/5/2026) di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut perang Iran dan dampak inflasinya, serta fokus utama juga tertuju pada Pertemuan Tingkat Tinggi Amerika Serikat (AS) – Tiongkok. Rencananya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jin Ping akan bertemu di Beijing, Tiongkok, pada 14-15 Mei 2026.
Saham Korea Selatan tampil menonjol, yang ditandai KOSPI rebound dari kerugian pada Selasa (12/5/2026) saham-saham produsen chip.
Pasar regional mendapat sentimen lemah dari Wall Street yang ditutup mixed, setelah data inflasi konsumen yang lebih panas dari perkiraan mempertegas kekhawatiran atas dampak inflasi dari perang Iran.
Futures S&P 500 menguat setelah laporan menyebutkan bahwa CEO NVIDIA Corporation Jensen Huang akan mendampingi Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok. Saham-saham produsen chip Asia juga menguat mengikuti laporan itu.
KOSPI Korea Selatan menjadi yang terbaik di kawasan, naik 1,4% dan kembali mendekati rekor tertinggi yang dicapai awal pekan ini.
Indeks sempat kehilangan momentum akibat aksi ambil untung pada saham-saham produsen chip utama, terutama Samsung Electronics Co Ltd, setelah laporan menyebutkan bahwa pembicaraan untuk mencegah mogok kerja di pabrik chip besar telah gagal.
Saham Korea Selatan juga tertekan oleh spekulasi bahwa pemerintah dapat mendistribusikan dividen publik dari keuntungan kecerdasan buatan. Namun pejabat kemudian mengklarifikasi bahwa hal ini tidak akan mencakup pajak keuntungan luar biasa bagi perusahaan lokal.
Samsung berhasil melepaskan diri dari pelemahan awal, sementara rival SK Hynix Inc melonjak 4% setelah laporan menyebutkan bahwa Huang dari Nvidia akan menemani Trump dalam kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, pekan ini. (Investing.com/nov)


