Iran Dilaporkan Menghentikan Pengiriman Pesan ke AS Melalui Mediator  

BRIEF.ID – Tim negosiasi Iran dilaporkan telah menghentikan pengiriman pesan ke Amerika Serikat (AS) melalui mediator,  menyusul serangan Israel terhadap Lebanon.

Laporan Kantor Berita Inggris, Reuters, Senin (1/6/2026), mengutip media Iran, Tasnim menyebutkan bahwa Teheran menargetkan pemblokiran total Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab El-Mandeb, jalur maritim penting yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden di selatan Yaman.

Di sisi lain, Israel telah berupaya memperluas pendudukan  di sebagian wilayah Lebanon yang berdekatan, sebagai respons terhadap peluncuran drone oleh militan Hizbullah yang bersekutu dengan Iran, menurut laporan media.

Komando Pusat AS mengatakan telah menyerang radar dan situs komando Iran selama akhir pekan, dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan AS sebagai balasan.

Serangan-serangan itu  terjadi  ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran “benar-benar ingin membuat kesepakatan” untuk mengakhiri konflik  yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.

Komando Pusat (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa mereka telah menyerang situs-situs di Goruk dan pulau Qeshm selama akhir pekan, mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk “membela diri,” khususnya setelah penembakan jatuh pesawat tak berawak AS di wilayah itu.

Secara terpisah, IRGC mengatakan telah menyerang pangkalan AS yang digunakan untuk melancarkan serangan di Iran selatan. Meskipun IRGC tidak menyebutkan pangkalan mana yang diserang, Kuwait mengatakan telah mencegat serangan rudal dan pesawat tak berawak, pada Senin (1/6/2026).

Serangan-serangan baru-baru ini menandai semakin tegangnya gencatan senjata yang sudah rapuh antara AS dan Iran, setelah mereka saling melancarkan serangan sporadis selama seminggu terakhir.

Harapan tetap ada bahwa kedua belah pihak pada akhirnya akan mencapai kesepakatan perdamaian. Trump mengatakan dalam pernyataan di media sosial pada Minggu malam bahwa “Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan,” dan bahwa “semuanya akan berjalan dengan baik pada akhirnya.”

Namun, ia tidak merinci apakah pembicaraan sedang berlangsung dan apakah kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz sudah dekat. Trump dan pejabat lainnya telah berulang kali menegaskan bahwa kesepakatan mungkin akan segera tercapai, meskipun terjadi peningkatan ketegangan militer baru-baru ini dengan Iran.

Meskipun pejabat AS dan Iran mengatakan negosiasi tidak langsung sedang berlangsung, kedua pihak belum secara resmi mengkonfirmasi kesepakatan. Laporan media menunjukkan bahwa kedua negara berselisih mengenai ambisi nuklir Iran, dengan Washington khususnya menuntut agar Teheran menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya.

Iran terus memblokir Selat Hormuz, jalur air vital untuk seperlima minyak dan gas alam dunia, sementara AS telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran. Harga minyak naik pada hari Senin di tengah ekspektasi gangguan pasokan yang berkelanjutan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Melemah, Konflik Timteng, dan MSCI, Faktor Penghambat Kenaikan IHSG  

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Harga Emas Batangan Turun Menjadi US$ 4.484,86 per Troy Ons

BRIEF.ID – Harga emas batangan di pasar spot turun...

Setelah Alami Kerugian Besar Bulan Mei, Harga Minyak Pulih  

BRIEF.ID – Harga minyak naik tajam pulih, pada Senin...

Indeks di Wall Street Ditutup Menguat

BRIEF.ID – Saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Wall Street,...