Investor Senior AS Prediksi Peluang Indonesia Pertahankan Status Emerging Market di Atas 50%

BRIEF.ID – Peluang Indonesia mempertahankan status emerging market, dan terhindar dari klasifikasi standalone market seperti ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI) diperkirakan berada di atas 50%.

Pernyataan itu, disampaikan investor senior Amerika Serikat (AS) sekaligus anggota Dewan Penasihat Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Chapman Taylor, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Taylor, peluang Indonesia tetap bertahan di emerging market dalam indeks global MSCI didasari pada reformasi pasar modal secara signifikan yang didukung oleh koordinasi tata kelola di antara regulator negara, keterlibatan teknis langsung dengan pihak MSCI sebagai penyedia indeks global, dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar oleh perusahaan sekuritas.

“Lintasan reformasi yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan kepemimpinan bursa saham Indonesia sudah berada di jalur yang tepat,” kata Taylor.

Secara khusus, Taylor menyoroti beberapa tonggak institusional sebagai bukti substantif bahwa infrastruktur pasar domestik sedang mengalami perbaikan struktural.

Salah satunya adalah memperluas keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) menjadi 9 orang dengan mayoritas 5 anggota oleh pihak eksternal independen.

Kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut, untuk mengidentifikasi dan mengisolasi pencatatan korporasi yang dipegang secara ketat dari rata-rata pasar utama untuk melindungi pembentukan harga yang autentik.

Hal ini merupakan bagian dari upaya BEI meningkatkan transparansi, tata kelola yang baik (good governance), dan kredibilitias Pasar Modal Indonesia sesuai tuntutan MSCI.

Di saat bersamaan OJK juga meningkatkan  tindakan pengawasan, dan penegakkan hukum di Pasar Modal Indonesia. Hal ini, menunjukkan integrasi pengawasan dengan teknologi canggih di seluruh aspek perdagangan seperti yang diterapkan Nasdaq.

Terkait dengan itu, Taylor meyakini Pasar Modal Indonesia akan mampu mengatasi krisis kepercayaan investor, dan kembali membangun kredibilitas di mata para manajer investasi internasional.

Merujuk pada sejarah, Taylor menyebut beberapa negara-negara tetangga di kawasan ASEAN sebelumnya telah menghadapi krisis kepercayaan institusional yang serupa, misalnya Bursa Malaysia.

“Dengan merombak transparansi pasar dan membangun kembali kredibilitas di antara para manajer investasi internasional, serta melakukan perbaikan regulasi yang terarah, Pasar Modal Indonesia dapat mengatasi krisis kepercayaan investor yang terjadi saat ini,” ungkap Taylor.

Sebagai informasi, Chapman Taylor merupakan  investor senior asal Amerika Serikat dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri investasi global, khususnya pasar negara berkembang Asia.

Saat ini, Taylor menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan bertindak sebagai perwakilan investor internasional yang ditunjuk di Komite HSC Bursa Efek Indonesia.

Sebelumnya, Taylor menjabat sebagai Manajer Portofolio dan Direktur Riset di Capital Group, salah satu organisasi manajemen aset terbesar di dunia yang mengawasi triliunan aset klien global. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Sempat Terhempas dari Level 5.000, Saham BBCA Mulai Bangkit

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Fadli Zon Harapkan Revitalisasi Gedung GPIB Sion Dimulai Tahun Depan

BRIEF.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap revitalisasi, renovasi,...

Samuel Wattimena: Identitas Budaya Daerah Harus Jadi Ciri Khas Produk Ulos

BRIEF.ID – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR...

Perdagangan Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Uji Level Psikologis 5.000

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...