IHSG Turun Tipis 0,32%, Saham Bank BUMN Jadi Pemberat

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tipis pada perdagangan Selasa (27/10/2026), dengan saham-saham Bank BUMN menjadi pemberat.

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG terpantau melemah 0,32% atau 17,44 poin ke level 5.355. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,28% atau 15,13 poin ke posisi 5.357.

Selama sesi I perdagangan yang berakhir pukulm 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak variatif dengan menyentuh level tertinggi di 5.418, dan level terendah di 5.338.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 366 saham turun harga, 259 saham naik harga, dan 163 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 15,929 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 947.839 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp5,683 triliun.

IHSG sempat menyentuh zona hijau seiring aksi borong yang dilancarkan investor terhadap saham-saham unggulan. Namun tekanan jual terhadap saham-saham bank BUMN menjadi pemberat IHSG.

Hingga akhir sesi I perdagangan, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terpantau merosot 1,53% atau Rp60 menjadi Rp3.850 per lembar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 0,86% atau Rp2.890 per  lembar, dan BBRI turun 0,69% atau Rp20 menjadi Rp2.890 per lembar.

Koreksi pada saham-saham BUMN dipici aksi profit taking, seiring kenaikan yang dibukukan sepanjang pekan lalu. Sebelumnya, harga saham-saham bank BUMN jatuh di atas 10% pascapengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 16 Oktober 2026.

Selain itu, pelemahan IHSG juga dipengaruhi arus modal keluar dari pasar saham Indonesia, seiring kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury.

Yield obligasi pemerintah AS atau US Treasury mengalami penurunan sebesar 1,8 basis poin (bps) ke 4,97%, seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

The Fed akan menggelar rapat FOMC selama dua hari, pada 27-28 Oktober 2026, dengan salah satu agenda membahas posisi FFR. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan FFR di kisaran 3,75%-4,00%.

Indeks dolar AS yang menguat ke level 101,95 juga memberi tekanan pada IHSG dan aset investasi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Investor kini menunggu hasil rapat FOMC Bank Sentral AS atau federal Reserve (The Fed) yang akan berlangsung pada 27-28 Oktober 2026.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecedenrungan menguat terbatas di kisaran level suport 5.330 hingga 5.430. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Stabil di Level Rp18.100 per Dolar AS , Ekspetasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah cenderung bergerak stabil...

Prof Grace Kandou Dinilai Mampu Wujudkan Unsrat Unggul, Riset Berdampak, dan Berdaya Saing Global

BRIEF.ID – Guru Besar Ilmu Pemerintahan pada Fakultas Ilmu...

IHSG Diprediksi Fluktuatif, Investor Cermati Rupiah dan Kebijakan The Fed

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak...

Bursa Wall Street Ditutup Menguat, Saham Nvidia Naik 2,4%

BRIEF.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street...