BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk ke level psikologis 6.700 pada perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), imbas 19 Saham didepak dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 1,38% atau 94,95 poin ke level 6.763. Sedangkan indeks 45 saham unggulan atau LQ45 dibuka melemah 0,88% atau 5,90 poin ke level 663,94.
Hingga akhir sesi I perdagangan saham hari ini pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup terpuruk 1,81% atau 124,36 poin ke level 6.734. Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terus berada di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 6.787, dan level terendah 6.726.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 398 saham turun harga, 262 saham naik harga, dan 150 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 26,134 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.476.357 kali dan nilai transaksi sebesar Rp10,278 triliun.
Pelemahan IHSG dipengaruhi tekanan jual yang dilancarkan investor, seiring hasil rebalancing indeks MSCI, yang resmi diumumpak pada Selasa (12/5/2026). Ternyata MSCI mendepak 19 saham, terdiri dari 6 saham di MSCI Global Standar Indexes, dan 13 saham di MSCI Small Cap Indexes.
Hanya ada 1 saham emiten (perusahaan tercatat) Indonesia, yang ditambahkan dalam MSCI Small Cap Indexes, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Banyaknya saham yang didepak dari indeks MSCI membuat investor melancarkan aksi jual sejak perdagangan saham hari ini dimulai. Mayoritas saham unggulan terpuruk ke zona merah, termasuk 4 saham bank besar.
Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi 2,80% atau 90 poin ke level Rp3.130 per lembar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,79% atau Rp70 menjadi Rp3.840 per saham, PT Bank Mandiri Tbk melemah 0,94% atau Rp40 menjadi Rp4.200 per lembar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 0,82% atau Rp50 menjadi Rp6.075 per saham.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih berada dalam tren melemah, seiring sentimen negatif pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. IHSG diprediksi bergerak di kisaran level support 6.700 hingga level resistance 6.800. (jea)


