IHSG Sesi I Perdagangan Ditutup Merosot 4,32%, Saham BUMN Alami Tekanan Jual

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot tajam pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (4/3/2026), seiring tekanan jual yang dialami saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hingga akhir sesi I perdagangan saham pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup merosot 4,32% atau 343,19 poin ke level 7.596. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka anjlok 4,02% di level 7.602.

Sepanjang 3 jam perdagangan, IHSG terus tertekan di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 7.897, dan level terendah di 7.584. Hal itu, sekaligus menandai penurunan IHSG secara signifikan selama dua hari berturt-turut.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 713 saham turun harga, 63 saham naik harga, dan 37 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 35,079 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.123.098 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp18,109 triliun.

Tekanan jual terutama pada saham-saham BUMN yang berkapitalisasi besar, menjadi pemberat utama IHSG, antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan 3 bank BUMN terbesar.

Saham TLKM terpantau turun sebesar 7,83% atau Rp270 menjadi Rp3.180 per lembar, sedangkan SMGR turun hingga 8,09% atau Rp220 menjadi Rp2.500 per lembar.

Sedangkan 3 saham bank BUMN besar, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk terkoreksi antara 1,5% hingga 2,75%.

Pelemahan IHSG juga dipicu sentimen dari luar negeri, seiring penguatan indeks dolar AS, dan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Selain memicu kenaikan harga minyak dunia, konflik geopolitik Timur Tengah dikhawatirkan akan membatasi kebijakan moneter bank-bank sentral untuk mengendalikan inflasi.

Hal ini membuat investor kembali memburu dolar AS, yang menjadi mata uang utama perdagangan dunia, terutama untuk mengamankan biaya kontrak minyak dan komoditas energi lainnya.

Hal itu, memicu arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan terutama saham, sehingga menekan Bursa Wall Street, dan juga bursa utama di kawasan Asia termasui BEI.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih berpeluang melemah dan bergerak di kisaran level support 7.825 hingga level reisstance 8.000. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Penutupan Selat Hormuz, Produksi Minyak Iran Terganggu

BRIEF.ID – Iran, salah satu eksportir minyak terbesar dunia ...

Irak Pangkas Produksi Minyak Secara Masif

BRIEF.ID - Irak telah mengurangi output minyaknya secara signifikan,...

Rupiah Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, BI Gencarkan Intervensi

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah sempat menyentuh level...

Harga Emas Antam Turun Tajam Akibat Kekhawatiran Lonjakan Inflasi

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...