BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (5/10/2026), menguat terbatas menjelang rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per September 2026.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutuo menguat tipis 0,03% atau 2,10 poin ke level 6.038. Sebelumnya pada awal perdagangan IHSG dibuka menguat 0,30% atau 18,27 poin ke posisi 6.055.
Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pukul 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak variatif dengan menyentuh level tertinggi di 6.085, dan levekl terendah di 6.019.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 426 saham naik harga, 221 saham turun harga, dan 144 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 21,088 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 977.981 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp5,082 triliun.
Pergerakan IHSG masih dipengaruhi faktor eksternal seiring kembali memanasnya konflik Timur Tengah, yang meningkatkan ancaman inflasi tinggi, dan kenaikan suku bunga.
Investor terus memborong aset dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS), terutama obligasi pemerintah AS atau US Treasury, dan indeks dolar AS.
Hal itu, terlihat dari imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun melaju di kisaran 5,26%, yang merupakan level tertinggi dalam 24 tahun terakhir atau sejak Tahun 2002. Sedangkan indeks dolar AS naik ke level 101,9.
Posisi aset dalam dolar AS yang menggiurkan di tengah ketidakpastian, membuat arus modal keluar (capital outflow) dari emerging market (negara berkembang) terus meningkat, terlihat dari penurunan nilai tukar dan transaksi di pasar saham.
Selain itu, investor juga cenderung menahan diri dari pasar saham dan pasar valuta asing, karena menunggu rilis data indeks keyakinan konsumen (IKK) oleh Bank Indonesia (BI).
Pekan ini, BI akan merilis IKK periode September 2026. Sebelumnya, posisi IKK pada Agustus 2026 tercatat sebesar 118,5, yang berarti masih berada di zona optimis.
Konsensus pasar memperkirakan IKK periode September 2026 kemungkinan masih berada di zona optimis, namun melandai dibandingkan posisi Agustus 2026.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaral level support 6.000 hingga level resistance 6.100. (Jea)


