Rupiah Awal Pekan Kembali Sentuh Level Rp17.900 per Dolar AS, Investor Borong US Treasury

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah awal pekan, Senin (5/10/2026), kembali melemah hingga menyentuh level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) imbas tekanan eksternal.

Berdasarkan dara transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,12% atau 21 poin menjadi Rp17.903 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.882 per dolar AS.

Hingga pukul 12:00 WIB, kurs rupiah masih melanjutkan pelemahan, dan terpantau berada di level Rp17.935 per dolar AS, turun 0,29% atau 53 poin dari Rp17.882 pada penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026).

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah juga dibuka meloemah 0,16% ke level Rp17.903 per dolar AS, bahkan terus tertekan hingga menyentuh level Rp17.950 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipengaruhi tekanan eksternal, terutama lonjakan aset dalam denominasi dolar AS, terutama obligasi pemerintah AS atau US Treasury yang diborong investor.

Imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun melaju di kisaran 5,26%, yang merupakan level tertinggi dalam 24 tahun terakhir atau sejak Tahun 2002. Sedangkan indeks dolar AS naik ke level 101,9.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia jenis Brent, yang menjadi acuan global, melonjak ke level US$102 per barel.

Tekanan harga minyak dunia terhadap rupiah sedikit mereda seiring keputusan G7 untuk melepas cadangan minyak darurat. Meski demikian, harga minyak dunia jenis Brent hanya turun tipis ke level US$101 per dolar AS.

Selain kucuran cadangan minyak G7, pelaku pasar juga mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, seiring kabar serangan kelompok militan Yaman ke kilang minyak Aramco, di Riyadh, Arab Saudi.

Mengutip Sputnik, gerakan Ansarullah Yaman mengklaim telah menyerang kilang minyak Aramco di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dengan rudal balistik dan pesawat nirawak.

Pada pekan ini, pelaku pasar juga mencermati rilis notulenmeeting Federal Reserve (The Fed) yang telah menaikkan suku bunga sebesar  25 basis points (bps) dalam pertemuan terakhir Federal Open Market Committee (FOMC).

Sementara dari domestik, investor cenderung menahan diri dari pasar saham dan pasar valuta asing, karena menunggu rilis data indeks keyakinan konsumen oleh Bank Indonesia (BI).

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak melemah terbatas di kisaran level Rp17.850 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Menguat Terbatas Jelang Rilis Data Indeks Keyakinan Konsumen per September 2026

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

SBY dan Jokowi Hadiri HUT ke-81 TNI   

BRIEF.ID — Dua mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang...

HUT Ke-81 TNI, Prabowo Pimpin Upacara Puncak Peringatan

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto  memimpin upacara puncak peringatan...

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Ternate

BRIEF.ID - Tim Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil Maluku...