BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat ke level 5.200, dengan lebih dari 600 saham naik harga pada perdagangan Selasa (20/10/2026).
Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG ditutup menguat 4,16% atau 208,02 poin ke level 5.204. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,33% atau 16,45 poin ke posisi 4.980,16.
Selama 3 jam sesi I perdagangan yang berakhir pukul 12:00 waktu JATS, IHSG lebih banyak bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 5.210, dan level terendah di 4.980.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 633 saham naik harga, 124 saham turun harga, dan 41 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 40,795 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.657.102 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp17,195 triliun.
Kebangkitan IHSG hari ini ditopang oleh aksi serok bawah (beli di harga murah) terhadap saham-saham di seluruh sektor, terutama saham-saham berkapitalisasi besar (big caps)
Hal itu, terutama ditopang oleh 8 saham emiten yang masih tercatat atau masuk dalam MSCI Indonesia Index atau MSCI Global Standard Index.
Seperti diketahui, ada 9 saham emiten Indonesia yang bertahan di MSCI Indonesia Index (MSCI Global Standard Index), antara lain 4 bank besar, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Selanjutnya, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Sejak Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan usulan indeks saham Indonesia turun kelas dari emerging market menjadi standalone market pada Jumat (16/10/2026), 9 emiten big caps yang menjadi penopang IHSG ikut rontok karena tekanan jual investor asing.
Tekanan jual investor asing masih berlanjut pada perdagangan Senin (19/10/2026), terutama terhadap saham 4 bank besar (big bank) Indonesia. Namun pada perdagangan hari ini, saham 8 emiten yang menjadi konstituen MSCI Indonesia Index kembali bangkit.
Kenaikan tertinggi dibukukan saham TLKM, yang melesat 13,56% atau Rp240 menjadi Rp2.010 per lembar. Sedangkan kenaikan terendah adalah saham BBCA, yakni sebesar 4,25% atau Rp205 menjadi Rp5.025 per lembar.
Kenaikan IHSG terjadi di tengahb tekanan eksternal, yakni tingginya harga minyak dunia, dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury.
Meski sedikit menyusut, harga minyak dunia jenis Brent masih berada di level US$109,06 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di US$103 per barel.
Sedangkan yield US Treasury mencatat kenaikan, khususnya di tenor jangka panjang. Adapun yield US Treasury tenor 10 tahun yang menjadi acuan naik sebesar 6,3 basis poin (bps) menjadi 5,13%.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat di zona hijau, dengan bergerak di kisaran level support 4.950, dan level resistance 5.250. (Jea)


