BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melaju ke level 8.800 pada perdagangan awal pekan, Senin (5/1/2026).
Penguatan IHSG terutama ditopang saham energi dan komoditas, yang ramai diburu investor seiring ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,35% atau 30,60 poin ke level 7.778. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 melejit 0,24% atau 2,08 poin ke posisi 854,08.
Hingga pukul 10:30 waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona hijau dan berada di level 8.812. Sepanjang 1 jam 30 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.816, dan level terendah di 8.732.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 335 saham naik harga, 315 saham turun harga, dan 156 saham lainnya tidak mengalami kenaikan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 29.771 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.962.661 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp14,468 triliun.
IHSG sebenarnya berpotensi terimbas sentimen negatif seiring sentimen risk-off terhadap pasar emerging market imbas ketegangan geopolitik AS-Venezuela.
Meski demikian, kenaikan harga emas dan minyak mentah, mendorong investor memburu saham-saham sektor energi dan komoditas, sehingga IHSG bertahan di zona hijau bahkan melejit ke level 8.800.
Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terpantau menguat 5,19% atau Rp275 menjadi Rp5.575 per lembar, diikuti saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melonjak 3,74% atau Rp120 menjadi Rp3.330 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, pergerakan IHSG akan dipengaruhi sentimen dalam negeri, seiring penangkapan dan penahanan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, atas perintah Presiden AS, Donald Trump.
Pernyataan Presiden Trump bahwa AS akan mengambilalih sementara pemerintahan Venezuela hingga pemerintahan transisi terbentuk, mendapat kecaman dan protes dari Venezuela dan pemimpin dunia.
Intervensi yang dilakukan Presiden Trump terhadap Pemerintah Venezuela bahkan dinilai bukan untuk memerangi peredaran narkoba dan senjata, serta menegakkan demokrasi, melainkan untuk menguasai minyak mentah negara Amerika Latin tersebut.
Selain itu, pergerakan IHSG pada perkan ini juga dipengaruhi sentimen dari dalam negeri, seiring rilis data-data ekonomi antara lain inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan indeks keyakinan konsumen. (jea)


