BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak fluktuatif menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Investor cenderung menahan diri, dan mencermati kebijakan suku bunga acuan yang akan diputuskan di RDG-BI, yang berlangsung selama dua hari, pada 20-21 Januari 2026.
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,26% atau 23,29 poin ke level 9.098. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,21% atau 1,84 poin ke posisi 891,27.
Hingga pukul 10:15 waktu JATS, IHSG terpantau berbalik arah ke zona merah dan berada di level 9.070. Sepanjang 1 jam 15 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 9.109, dan level terendah di 9.025.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 305 saham naik harga, 362 saham turun harga, dan 138 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 24,468 miliar lembar,d engan frekuensi transaksi sebanyak 1.635.827 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10.867 triliun.
Pergerakan IHSG juga dipengaruhi sentimen dari luar negeri, seiring ancaman tarif impor terbnaru yang dikeluarkan Presiden AS, Donald Trump, terhadap 8 negara eropa.
Trump menyampaikan tarif impor 10% akan diberlakukan mulai Februari 2026 terhadap 8 negara eropa yang menentang niat AS untuk mengendalikan Greenland guna menghadapi Tiongkok.
Hal itu, membuat pasar keuangan kembali mengalami tekanan, karena investor cenderung mengalihkan modal ke pasar komoditas terutama emas, dibandingkan saham dan valuta asing (valas)
Selain itu, pelaku pasar juga menerapkan risk off dengan mengalihkan modal dari emerging market, guna meminimalisasi kerugian akibat fluktuasi harga saham dan dolar AS.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis di kisaran level support 9.070 hingga level resistance 9.100. (jea)


