IHSG Ditutup Melesat 1,14%, Saham SMGR dan BBRI Ramai Diborong

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melesat 1,14%, dengan lebih dari 400 saham naik harga.

Pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (1/9/2026), IHSG terpantau menguat 74,46 poin (1,14%) ke level 6.599. Sebelumnya IHSG dibuka menguat 0,62% atau 40,65 poin ke level 6.566 pada awal perdagangan hari ini.

Sepanjang sesi I dan sesi II perdagangan saham, IHSG terus bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.608, dan level terendah di 6.535.

Data perdagangan BEI mkenunjukkan sebanyak 407 saham naik harga, 215 saham turun harga, dan 169 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan hari ini mencapai 59.697 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.654.017 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp20,736 triliun.

Penguatan IHSG terutama ditopang sentimen dari dalam negeri, seiring surplus neraca perdagangan yang dibukukan Indonesia pada Agustus 2026.

Pada hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$120 juta pada Juli 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 terutama disebabkan oleh komoditas nonmigas yang mengalami surplus US$3,10 miliar.

Selain itu, laporan kinerja perusahaan tercatat (emiten) yang positif, disertai dengan aksi korporasi untuk perluasan bisnis, juga menjadi pendorong investor memborong saham-saham potensial, seperti saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Kinerja Semen Indonesia yang membukukan laba Rp228,25 miliar pada semester I 2026, serta rencana merger 7 anak usaha ke PT Semen Indonesia Distributor (SID), membuat saham SMGR ramai diborong investor. Alhasil saham SMGR melambung 16.89% atau Rp250 menjadi Rp1.730 per lembar.

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang membukukan laba Rp31,2 triliun pada kuartal II 2026, juga ramai diborong investor. Saham BBRI terpantau melonjak 4% atau Rp130 menjadi Rp3.380 per lembar.

Untuk perdagangan besok, IHSG diprediksi masih berpotensi menguat, seiring kinerja ekspor yang positif, yang berujung pada surplus neraca perdagangan.

Meski demikian, perkembangan konflik Timur Tengah yang kembali memanas berpotensi menahan laju IHSG, apalagi jika harga minyak maupun indeks dolar AS melonjak. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Neraca Perdagangan Indonesia Juli 2026 Surplus US$120 Juta, Ditopang Ekspor 3 Komoditas Utama

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan...

Inflasi Agustus 2026 Tembus 3,19%, Dipicu Lonjakan Harga Bahan Pokok

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Agustus...

JITEX 2026 Targetkan Transaksi Rp16 T, Digelar Tanpa APBD untuk Dorong Investasi Jakarta

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar...

IHSG Menguat Seiring Surplus Neraca Perdagangan per Juli 2026

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...