IHSG Diperkirakan Bakal Uji Level 7.480

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini akan menguji level 7.480 setelah ditutup melemah  124,85 poin atau  1,62% pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/3/2026).

“IHSG diperkirakan  kembali uji level 7.480. Jika tembus IHSG berpeluang menguji support berikutnya di 7.250-7.300,” demikian hasil riset

Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis, Senin (9/3/2026).

Disebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 7.700, pivot  7.500, dan support  7.300. Saham-saham yang diunggulkan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di sepanjang pekan ini adalah WIIM, DOOH, NCKL, MEDC, BREN, dan TPIA.

Indeks di bursa Wall Street pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026) melemah cukup signifikan, menambah koreksi secara mingguan. Harga minyak mentah berlanjut melemah dan data tenaga kerja AS secara tak terduga mengalami penurunan.

Harga minyak WTI menguat hingga di atas level US$ 90 per barel, pada Jumat (6/3/2026), sehingga membukukan penguatan mingguan terbesar sejak perdagangan minyak futures dimulai di tahun 1983.

Presiden AS Donald Trump menyatakan  tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Iran tanpa “penyerahan tanpa syarat” dari Iran.

Hal itu meningkatkan kecemasan investor bahwa perang akan berlangsung lebih lama dari perkiraan dan dampaknya terhadap gangguan pasokan minyak  mentah berpotensi lebih lama dari estimasi sebelumnya. 

Dikhawatirkan harga minyak akan berlanjut naik jika beberapa negara mengurangi atau menghentikan produksi minyaknya, meskipun Presiden Iran menyatakan tidak akan menyerang negara tetangganya lagi. Serangan Israel terhadap depot minyak Iran (7/3/2026) dikhawatirkan menambah faktor negatif.

Data nonfarm payrolls AS turun menjadi 92 ribu di Februari 2026 dari 126 ribu di Januari 2026. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari 4,3%.

Di tengah potensi meningkatnya inflasi karena kenaikan harga energi, data ini menimbulkan kekhawatiran adanya potensi terjadinya stagflasi. Pekan ini, investor akan mencermati data inflasi di AS dan Tiongkok.

Dari dalam negeri dilaporkan Bank Indonesia (BI)  akan merilis data IKK, retail sales dan penjualan otomotif.   Realisasi defisit APBN sebesar Rp 135,7 triliun atau sekitar 0,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada Februari 2026, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 0,13%.

Realisasi pendapatan negara sebesar Rp 358 triliun atau 11,4% dari target APBN 2026, meningkat dari Rp 317,4 triliun pada Februari 2025. Realisasi belanja negara Rp 493,8 triliun, naik  41,9% YoY, yang terutama didorong oleh program MBG, bansos, belanja pegawai, belanja kementerian/lembaga dan  subsidi. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Iran Lancarkan Serangan ke Israel

BRIEF.ID - Iran melancarkan serangan ke Israel sebagai balasan...

Menkeu: Pemerintah Belum Berencana Naikkan Harga BBM

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan,...

Budi Karya Sumadi Penuhi Panggilan KPK

BRIEF.ID - Menteri Perhubungan periode 2019-2024 Budi Karya Sumadi...

Konflik Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Minyak

BRIEF.ID - Harga minyak dunia melonjak pada Senin (9/3/2026)...