IHSG Bertahan di Level 6.000, Nilai Transaksi Tipis di Rp6,2 Triliun

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertahan di level 6.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (15/7/2026).

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup menguat 0,47%, atau 28,31 poin di level 6.067. Sebelumnya IHSG dibuka naik 0,47% atau 28,51 poin ke posisi 6.068.

Selama tiga jam perdagangan saham berlangsung, IHSG bergerak mixed dengan menyentuh level terendah 6.007, dan level tertinggi 6.080.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 360 saham naik harga, 236 turun harga, dan 197 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga alias stagnan.

Adapun volume perdagangan saham selama sesi I perdagangan mencapai 18,419 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.232.598 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,237 triliun.

Penopang kenaikan IHSG terutama datang dari saham-saham sektor properti, antara lain PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI).

Harga APLN terpantau melesat 11,90% atau Rp15 menjadi Rp141 per lembar, sedangkan ASRI naik 7,69% atau Rp9 menjadi Rp126 per lembar.

Meski volume transaksi sepanjang sesi I perdagangan cukup besar, nilai transaksi saham yang tipis menunjukkan investor menerapkan sikap hati-hati untuk masuk ke BEI, seiring sentimen global dan domestik.

Sentimen domestik datang dari kebijakan BEI menambahkan kriteriaPrice-Impact Ratio dalam metodologi penyaringan saham, yang berpotensi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Price-Impact Ratio adalah perbandingan antara perubahan harga saham dengan tingkat velocity perdagangan. Velocity adalah rata-rata volume transaksi dibandingkan jumlah saham yang beredar di publik.

Melalui penerapan kriteria Price-Impact Ratio,
BEI melakukan penyaringan terhadap saham-saham yang mengalami perubahan harga signifikan, tetapi tidak didukung oleh aktivitas transaksi yang memadai.

Sementara sentimen global datang dari data inflasi Amerika Serikat (AS) yang melandai, tercatat sebesar 3,5% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Juni 2026, dari sebelumnya 4,2% (yoy) pada Mei 2026.

Sedangkan, inflasi inti tercatat sebesar 2,6%  (yoy) pada Juni 2026, dari sebelumnya 2,9% (yoy) pada Mei 2026. Adapun laju inflasi Producer Price Index (PPI) AS diperkirakan melambat menjadi 6,2% (yoy) pada Juni 2026, dari sebelumnya 6,5% (yoy) pada Mei 2026.

Hal itu, menurunkan ekspetasi pelaku pasar terhadap kemungkinan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga dalam rapat pada akhir Juli 2026.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas di kisaran level support 5.990 hingga level resistance 6.100. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kejagung: Penyidikan Kasus Korupsi MBG Tetap Berjalan, Lebih dari 50 Saksi Sudah Diperiksa

BRIEF.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan penyidikan dugaan tindak...

Rabu Pagi, Rupiah Menguat ke Level 18.070 per Dolar AS  

BRIEF.ID - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap Dolar...

Harga Emas Antam Turun Rp 20.000 per Gram

BRIEF.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

BEI Umumkan 51 Saham Kategori High Shareholding Concentration, Ini Daftarnya

BRIEF.ID – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI)...