Harga Minyak Turun, Respons Keputusan Iran Pulihkan Lalu Lintas Pelayaran Selat Hormuz  

BRIEF.ID – Harga minyak mentah dunia turun pada Rabu (27/5/2026), setelah Iran mengatakan kesepakatan damai dengan AS akan mencakup pemulihan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan.

Meskipun Washington menolak klaim Iran, kapal yang melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan angkatan laut Iran juga menjadi salah satu faktor yang menekan harga minyak mentah.

Dikutip dari Investing.com, Kamis (28/5/2026), harga minyak mentah Brent berjangka yang berakhir pada Juli turun 4,4% menjadi US$ 95,15 per barel.

Kepala Ahli Strategi Teknis  LPL Financial, Adam Turnquist mengatakan dari perspektif teknis, minyak mentah Brent telah turun dari level tertinggi akhir April 2026 dan sempat menembus di bawah level support pada rata-rata pergerakan 50 hari (DMA).

Pergerakan berkelanjutan di bawah level support di dekat US$ 96, yang selaras dengan level tertinggi tahun 2023 dan level terendah Mei baru-baru ini dapat membuka peluang penurunan lebih lanjut menuju US$92,50 per barel atau US$ 90 per barel, dan berpotensi turun hingga US$ 86 per barel.

“Indikator momentum jangka pendek juga melemah,” kata dia.

Disebutkan, Percent Price Oscillator (PPO) telah mengembangkan divergensi bearish relatif terhadap pergerakan harga selama sebulan terakhir dan baru-baru ini bergeser kembali ke sinyal jual, menunjukkan momentum kenaikan dan tekanan beli mungkin memudar.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS yang berakhir pada Juli turun 4,6% menjadi US$ 89,60 per barel.

Laporan sejumlah media, di antaranya Reuters dan Fox News mengutip media pemerintah Iran menyebutkan bahwa Iran telah memperoleh draf struktur awal  tidak resmi untuk nota kesepahaman (MoU) yang akan mengakhiri permusuhan dengan AS.

Berdasarkan detail MoU, Iran akan memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz  ke tingkat sebelum konflik dalam waktu satu bulan, sementara AS akan mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran dan akan menarik semua pasukan militer dari sekitar negara tersebut.

Di sisi lain, Gedung Putih membantah laporan media itu. Akun resmi Rapid Response 47  mengatakan: “Laporan dari media yang dikendalikan Iran  tidak benar dan MoU yang mereka ‘rilis’ adalah rekayasa sepenuhnya. Tidak seorang pun boleh mempercayai apa yang disebarkan oleh media pemerintah Iran. FAKTA PENTING.”

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump  mengatakan bahwa MoU telah “sebagian besar dinegosiasikan” setelah panggilan telepon dengan para pemimpin regional, meningkatkan harapan akan segera berakhirnya konflik.

Namun harapan itu pupus  setelah militer AS mengatakan telah melakukan serangan “defensif” terhadap Iran dan Teheran mengatakan telah membalas. Media Al Jazeera melaporkan bahwa negosiasi tidak langsung antara kedua pihak terus berlanjut, meskipun terjadi baku tembak baru.

“Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Sejauh ini, mereka belum berhasil. Kami tidak puas dengan itu, tetapi kami akan—atau kami harus menyelesaikan pekerjaan ini… Mereka bernegosiasi dengan sisa-sisa kekuatan, tetapi kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Trump. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IBM Terima Modifikasi Kontrak US$ 46 Juta

BRIEF.ID – International Business Machines Corp menerima modifikasi kontrak...

Boeing Menangkan Kontrak Senilai US$ 855 Juta  

BRIEF.ID – Departemen Pertahanan Amerika Serikat memberikan modifikasi kontrak...

Ketidakpastian Selimuti Perundingan Damai AS-Iran Disaat Israel Serang Hizbullah

BRIEF.ID – Militer Israel dan militan Hizbullah yang didukung...

Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Ditutup Menguat

BRIEF.ID – Bursa Wall Street di New York, Amerika...