Harga Emas Dunia Meroket Nyaris Tembus US$4.500 per Troy Ounce Imbas Penurunan PMI Manufaktur AS

BRIEF.ID – Harga emas dunia meroket hingga nyaris menembus level US$4.500 per troy ounce pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2025).

Investor kembali memborong emas, seiring rilis data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penurunan Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur negeri Paman Sam.

Pada Selasa (6/1/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup melesat 1,04% menjadi US$4.492,9 per troy ounce, sekaligus menjadi harga tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Hal itu, juga menandai kenaikan harga emas dunia selama 3 hari berturut-turut. Selama 3 hari perdagangan, harga emas dunia telah naik sebesar  4%.

Lonjakan harga emas dunia masih dipengaruhi dinamika ketegangan geopolitik antara AS-Venezuela. Pada Selasa (6/1/2026), Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Federal Manhattan, New York, setelah ditangkap dan dibawa ke AS pada akhir pekan lalu.

Selain itu, kenaikan harga emas dunia juga dipengaruhi rilis data ekonomi AS terbaru dari Institute for Supply Management (ISM), yang melaporkan PMI Manufaktur AS periode Desember 2025 sebesar 47,9, turun dari 48,2 per November 2025.

PMI Manufaktur AS di bawah 50 menandakan aktivitas yang berada di zona kontraksi, bukan ekspansi. Itu berarti, aktivitas manufaktur AS mengalami kontraksi selama 10 bulan berturut-turut. Posisi PMI Manufaktur AS pada Desember 2025 juga menjadi yang terendah sejak Oktober 2024.

Data ini memberi gambaran bahwa sepertinya pasar tenaga kerja AS belum terlampau solid. Itu berarti ada peluang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneter termasuk memangkas suku bunga acuan.

Mengutip CME FedWatch, kemungkinan Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) menjadi 3,25-3,5% dalam rapat bulan ini memang masih 17,2%. Namun ini sudah lebih tinggi ketimbang posisi seminggu lalu yaitu 16,6%.

Meningkatnya harapan bahwa The Fed bakal menurunkan suku bunga acuan menjadi sentimen positif, sehingga investor kembali memborong logam mulia, yang dinilai menjadi safe haven di tengah ketidakpastian saat ini. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Jadi 4,7%

BRIEF.ID - World Bank atau Bank Dunia memangkas proyeksi...

IHSG Melemah Imbas Konflik Israel-Lebanon

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Maret 2026, Uang Primer Adjusted Tumbuh 16,8%

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Uang Primer...

Penguatan IHSG Diperkirakan Berlanjut

BRIEF.ID – Tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)...