BRIEF.ID – Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) terbaru setelah melesat menembus level US$4.500 per troy ounce.
Pada penutupan perdagangan Senin (12/1/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup melonjak 1,76% menjadi US$4.590 per troy ounce. Hal itu, menandai lonjakan harga emas dunia selama tiga hari berturut-turut, dengan total kenaikan sebesar 3%, sekaligus mencetak rekor ATH baru.
Dengan kenaikan tersebut, maka sejak awal perdagangan 2026, harga emas telah mencatat kenaikan sebesar 5,16%. Pada 2025, harga emas dunia meroket 67%, dan menjadi kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979.
Kenaikan harga logam mulia, baik emas maupun perak, terjadi seiring risiko geopolitik, sejak penangkapan dan penahanan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, atas perintah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Pelemahan dolar AS juga mendorong kenaikan harga emas dunia, karena investor mengalihkan investasi dari US Treasury akibat penurunan imbal hasil (yield).
World Gold Council (WGC) menilai ada beberapa peristiwa yang bisa mempengaruhi laju harga emas di tahun ini. Pertama adalah pembaruan (rebalancing) indeks harga komoditas, ditandai dengan rebalancing atas Bloomberg Commodity Index (BCOM), yang dimulai pekan lalu.
Kedua, putusan Mahkamah Agung AS terhadap kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Ketiga ketegangan geopolitik antara AS-Venezuela pascapenangkapan Presiden Nicolas Maduro.
“Kami memandang hasil dari peristiwa-peristiwa tersebut sebagian besar akan berdampak positif bagi emas, hingga paruh pertama tahun ini, mengingat gejolak geopolitik cenderung mereda dengan cukup cepat,” demikian riset WGC. (jea)


