Fundamental & Transformasi Bisnis Topang Prospek Kinerja Jasa Marga

BRIEF.ID- Fundamental bisnis yang solid dan peluang optimalisasi aset serta pengembangan proyek strategis dinilai menjadi faktor yang dapat menopang prospek kinerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) ke depannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh analis pasar modal sekaligus Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. Reza Priyambada. Reza mengatakan ada sejumlah aspek yang membuat prospek kinerja JSMR menjadi menarik di mata investor. Kinerja operasional, perkembangan traffic, kontribusi ruas baru, struktur biaya dan pendanaan, serta perkembangan proyek strategis akan menjadi sejumlah indikator penting bagi investor dalam mengevaluasi kinerja JSMR.

Pada saat yang sama, agenda transformasi BUMN dan optimalisasi portofolio oleh Danantara dapat menjadi faktor strategis yang memperkaya investment story JSMR dalam jangka menengah. Dalam kacamata Reza, prospek JSMR tidak hanya ditentukan oleh pencapaian laba bersih, tetapi juga oleh kemampuan Perseroan menjaga core business-nya melalui pertumbuhan bisnis inti jalan tol.

“Ada sejumlah aspek. Dengan kombinasi antara fundamental bisnis jalan tol, pengembangan proyek strategis, dan peluang optimalisasi portofolio dalam ekosistem BUMN, JSMR berpotensi mempertahankan daya tariknya di tengah dinamika sektor infrastruktur dan pasar modal Indonesia,” ujar Reza.

Sebagai catatan, kinerja Jasa Marga pada Semester I/2026 menunjukkan fundamental operasional yang solid, dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun atau naik 7,6% secara tahunan (year on year/yoy), ditopang pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun (naik 6,8% yoy) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar (melonjak 17,6% yoy). EBITDA tercatat Rp6,99 triliun atau tumbuh 8,1% (yoy) dengan margin EBITDA tumbuh menjadi 67,8%.

Pada saat yang sama, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun, tumbuh 2,0% (yoy). Kemudian, Gearing Ratio tercatat pada level 1,2 kali dengan Interest Coverage Ratio (ICR) tumbuh menjadi 3,9 kali, yang menunjukkan kapasitas Perseroan untuk menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk investasi dan pengembangan bisnis.

Dengan karakteristik bisnis jalan tol yang membutuhkan investasi jangka panjang, kemampuan Perseroan menghasilkan EBITDA dan arus kas juga menjadi faktor penting dalam menilai kualitas pertumbuhan perusahaan.

Bagi investor, lanjutnya, ekspansi jaringan tidak hanya dilihat dari bertambahnya panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari optimalisasi aset, yaitu kemampuan setiap aset dalam menghasilkan traffic, pendapatan, EBITDA, dan pada akhirnya memberikan imbal hasil yang menarik terhadap modal yang diinvestasikan.

“Selain kinerja operasional, pengembangan jaringan jalan tol menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendukung pertumbuhan JSMR dalam jangka menengah. Karena itu, optimalisasi ruas yang telah beroperasi maupun percepatan kontribusi ruas baru menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan JSMR,” ujarnya.

Jasa Marga sendiri merupakan market leader industri jalan tol di Indonesia baik dari sisi pangsa pasar, jaringan operasional, juga operator. Dari sisi pangsa pasar, JSMR menguasai sekitar 42% pasar jalan tol komersial berdasarkan jalan tol beroperasi di Indonesia.

Dari sisi jaringan operasional, perusahaan yang dipimpin oleh Rivan A. Purwantono sebagai direktur utama ini mengelola sekitar 1.294 km jalan tol operasional dan sekitar 1.736 km total konsesi. Dari 36 konsensi tol yang dikelola oleh Perseroan, 29 di antaranya telah beroperasi secara penuh, tiga ruas telah beroperasi sebagian di antaranya Bogor Ring Road sepanjang 13,30 Km, Solo-Yogya 96,57 Km, dan Ngawi-Kertosono-Kediri 114,9 Km, serta tiga lainnya belum beroperasi.

Ke depan, lanjut Reza, prospek JSMR ke depan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar portfolio jalan tol yang dimiliki atau dikelola. Investor akan semakin memperhatikan kualitas portfolio, produktivitas aset, kemampuan menghasilkan cash flow, efisiensi pendanaan, serta return atas investasi. (smu)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Menguat uji Level 6.500, Rawan Aksi Profit Taking

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Melemah Sentuh Level Rp17.750 per Dolar AS Imbas Kenaikan Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga menyentuh...

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Goceng, Buyback Stagnan

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Suku Bunga The Fed Naik 25 Bps, Reaksi Pasar Beragam

BRIEF.ID - Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau...