BRIEF.ID – Kalangan pelaku industri di Amerika Serikat (AS) mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif yang lebih tinggi untuk mengatasi lonjakan ekspor dari Tiongkok dan negara-negara lain yang memiliki kelebihan kapasitas pabrik.
Sementara itu, kelompok-kelompok yang bergantung pada impor dan sektor pertanian menganjurkan diberlakukannya pendekatan yang lebih berhati-hati terhadap pembatasan perdagangan baru.
Dikutip dari Investing.com, Rabu (6/5/2026) Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) telah menggelar sidang empat hari terkait penyelidikan perdagangan Seksi 301 mengenai kelebihan kapasitas industri di 16 mitra dagang utama, termasuk Tiongkok, Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, dan Vietnam.
Para pengamat perdagangan secara luas memperkirakan penyelidikan ini akan berujung pada pengenaan bea masuk baru, seiring upaya pemerintahan Trump untuk memulihkan daya tawar tarif yang hilang setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan tarif global yang diberlakukan berdasarkan undang-undang keadaan darurat nasional.
USTR dan lembaga-lembaga terkait akan mendengar kesaksian dari hampir 150 perwakilan perusahaan, kelompok perdagangan, pemerintah asing, dan lembaga pemikir, pada Jumat (8/5/2026) mendatang.
Pekan lalu, pemerintahan Trump telah mendengar kesaksian selama dua hari, dalam penyelidikan tarif terpisah terkait lemahnya penegakan hukum anti-kerja paksa oleh sekitar 60 negara.
Menurut Reuters, Greer menyampaikan kepada para wartawan bahwa penyelidikan tersebut akan menganalisis tingkat pemanfaatan kapasitas dan profitabilitas di negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dan persisten dengan AS. Pemberitahuan resmi USTR menyoroti sektor otomotif di Tiongkok dan Jepang, dengan menyebutkan bahwa semakin banyak perusahaan di negara-negara tersebut yang tidak menguntungkan atau tidak mampu memenuhi pembayaran bunga.
Center for a New American Security menyatakan dalam kesaksian tertulisnya bahwa tindakan AS seharusnya difokuskan pada Tiongkok, yang memiliki kelebihan kapasitas struktural besar dan terus berkembang, serta rencana untuk mendominasi sektor-sektor kunci seperti semikonduktor lama, yang merupakan masalah strategis bagi AS. (nov)


