Diwarnai Aksi Profit Taking, Bursa Wall Street Ditutup Mixed

BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup mixed pada perdagangan Rabu (7/1/2026).

Indeks S&P 500  sempat menguat pada level intraday tertinggi namun koreksi akibat profit taking pada saham-saham chip membuat indeks ditutup melemah meskipun terjadi penguatan pada saham Alphabet.

Sementara itu, data ADP Employment menunjukkan penyerapan tenaga kerja AS di sektor swasta sebanyak 41 ribu orang pada  Desember 2025, dibandingkan  penurunan 29 ribu orang pada  November 2025.

Sedangkan lowongan pekerjaan, sebagai indikator permintaan tenaga kerja, turun lebih dari yang diperkirakan menjadi 7,15 juta  dibandingkan dengan perkiraan 7,61 miliar, menambah ekspektasi  lemahnya permintaan tenaga kerja di AS.

Di bidang geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS dan Venezuela telah mencapai kesepakatan, di mana Venezuela akan mengekspor hingga seharga US$ 2 miliar minyak mentah atau sekitar 50 juta barel ke AS. Hal ini mendorong harga minyak mentah melemah.

Pasar global juga mencermati keinginan  Presiden Trump terkait Greenland, wilayah otonom Denmark. Trump berkeras bahwa AS membutuhkan pulau Arktik itu untuk tujuan keamanan nasional, menunjuk pada aktivitas Rusia dan Tiongkok di wilayah tersebut.

Denmark akan menghabiskan US$ 13,8 miliar atau sekitar 88 miliar kroner Denmark untuk mempersenjatai kembali Greenland.

Imbal hasil (yield) US 10-year Bond  turun 3 bps di level 4.142. Harga emas di pasar spot turun 0,9% ke level US$ 4,445 per troy ons, pada Rabu (7/1/2026), akibat profit taking. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BTS Awali World Tour 2026 di Stadion Goyang Seoul 

BRIEF.ID – Ribuan penggemar BTS memadati Stadion Goyang di...

Pemeriksaan Berkas Epstein, Mantan Jakgung Pam Bondi Mungkin Tak Hadir

BRIEF.ID – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) telah mengindikasikan...

Harga Minyak Kembali Naik dan Harga Saham di Bursa Asia Turun

BRIEF.ID - Harga minyak mentah kembali naik hingga di...

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Jadi 4,7%

BRIEF.ID - World Bank atau Bank Dunia memangkas proyeksi...