Dampak Panic Selling, IHSG Diprediksi Bergerak Sideways

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek  Indonesia (BEI), Selasa (13/1/2026) diprediksi akan bergerak sideways  sebagai dampak dari panic selling, yang terjadi sehari sebelumnya.

Hasil riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Selasa (13/1/2026) menyatakan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance   8.970, pivot  8.900, dan support  8.725.

IHSG ditutup melemah di level 8.884,72 atau turun 0,58%) pada perdagangan Senin (12/1/2026) di Bursa Efek Indonesia.

Seperti  diperkirakan, IHSG yang belum mampu bertahan di atas level 9.000 memicu terjadinya aksi profit taking, terutama terhadap saham-saham konglomerasi yang telah reli dan menjadi kontributor penguatan indeks.

Pelemahan saham-saham tersebut disinyalir juga mengantisipasi pengumuman MSCI mengenai kebijakan baru perhitungan free float yang akan diumumkan pada akhir bulan ini.

Profit taking juga telah memicu terjadinya panic selling sehingga sempat membuat IHSG tertekan hingga level 8.715, sebelum akhirnya membaik namun masih ditutup di area negatif. IHSG ditutup di bawah level MA5.

“Indikator MACD dan Stochastic RSI mengindikasikan potensi berlanjutnya koreksi yang didukung oleh volume jual sehingga IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah dan berpeluang menguji support di 8.725-8.800,” demikian disebutkan dalam laporan itu.

Data penjualan ritel Indonesia meningkat 6,3% YoY di November 2025 dari 4,3% YoY di Oktober 2025. Namun Rupiah berlanjut melemah ditutup di level Rp16.855 per dolar AS  pada perdagangan Senin (12/1/2026).  Kekhawatiran atas prospek ekonomi domestik dan meningkatnya ketegangan geopolitik global menjadi faktor negatif. Munculnya kecemasan bahwa defisit APBN 2026 dapat melampaui batas 3% dari PDB, menambah tekanan.

Saham-saham yang diunggulkan, di antaranya TLKM, KLBF, ASII, BTPS, dan MBMA. KLBF diperkirakan akan sideways terjaga di atas support area 1.185 sehingga menjadi indikasi awal  rebound seiring golden cross pada Stochastic RSI. Jika mampu breakout dari pivot 1.230 menjadi konfirmasi rebound. Entry : >=1.210, Stop-loss : <1.185, target 2: 1325, dan target 1: 1.275

KRAS  buy on support .  Golden cross pada MACD menjadi indikasi awal rebound didukung harga yang tertahan di atas MA20.  Selama bertahan di atas 358 dalan jangka pendek, peluang V-Shape recovery masih terjaga. 

MBMA trading buy.  Long lower shadow yang terbentuk menjadi indikasi awal pembentukan base sebelum kembali melanjutkan rally. Konfirmasi jika mampu breakout resistance 700.  Entry : >=650. Stop-loss : <625. Target 3: 750, Target 2: 720, dan Target 1: 690. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Perketat Aturan P2P Lending, Rasio Pinjol Naik Jadi 30% Terhadap Penghasilan

BRIEF.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat aturan fintech...

Harga Emas Dunia Cetak Rekor ATH Baru Jadi US$4.590 per Troy Ounce

BRIEF.ID - Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang...

Presiden Prabowo Ungkap Sekolah Rakyat Wujud Keberanian Pemerintah

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto mengaku terharu sekaligus bangga...

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat...