Bursa Wall Street Ditutup Melemah, Reli Obligasi Berumur Pendek

BRIEF.ID – Saham di Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (20/8/2026), setelah reli obligasi pemerintah AS yang dipicu langkah tak terduga Departemen Keuangan   kehilangan momentum. Tekanan juga datang dari kenaikan harga minyak dan kinerja saham Walmart, yang membebani Dow Jones.

Indeks S&P 500 turun 0,9% ke 7.641,66 poin. Nasdaq Composite melemah 1% menjadi 26.067,17 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average  turun 1,3% ke 52.762,30 poin.

Dikutip dari Investing.com, Jumat (21/8/2026), pasar obligasi kembali menjadi perhatian utama investor. Sehari sebelumnya, Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan nilai pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah jangka panjang dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar. Langkah ini sempat mendorong reli Treasury dan menekan imbal hasil, terutama pada tenor panjang.

Imbal hasil Treasury 30 tahun sempat anjlok 9,1 basis poin, sementara imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun turun 5,3 basis poin.

Namun, reli tersebut tidak bertahan lama. Pada Kamis (20/8/2026), investor kembali melepas obligasi sehingga yield Treasury 30 tahun naik 5,6 basis poin menjadi 5,250%. Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS semakin meningkat setelah total utang pemerintah AS dilaporkan telah menembus US$40 triliun.

Di pasar komoditas, harga minyak melanjutkan penguatan mingguan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberlakukan “perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap Iran. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko pasokan dan tekanan inflasi.

Michael McGowan, Direktur Pelaksana sekaligus Kepala Strategi Investasi Pathstone, menilai persoalan fiskal AS memang menjadi perhatian, tetapi dampaknya terhadap pasar berkembang secara bertahap dan tidak selalu langsung mengguncang tren Treasury.

“Berita utama mengenai utang fiskal memang nyata, namun dampaknya berkembang lebih lambat dibandingkan pergerakan harga Treasury dalam satu hari,” ujarnya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Lima Pewarta Foto Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

BRIEF.ID – Manajemen Kantor Berita ANTARA memperkuat koordinasi dengan...

IHSG Berpeluang Uji Level 6.700

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Speedboat Bawa 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan Tim SAR

BRIEF.ID - Speedboat yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput...

Pemerintah Janji Perkuat Akses Listrik Nasional, KESDM: Jangan Ada Masyarakat Tertinggal

BRIEF.ID - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya memperluas akses sekaligus...