BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Penguatan ini didorong oleh reboundnya saham sektor teknologi dan bitcoin.
Indeks Dow Jones untuk pertama kali ditutup di atas level 50 ribu, ditopang oleh penguatan pada saham yang terkait dengan siklus ekonomi.
Namun pada pekan lalu, indeks S&P500 dan Nasdaq masih ditutup melemah dibandingkan pekan sebelumnya. Harga emas juga rebound di level US$ 4.954/troy oz (6/2) didorong oleh pelemahan Dolar AS.
Pada pekan ini, investor global akan mencermati data tenaga kerja dan inflasi AS, data inflasi dari Tiongkok, serta hasil pemilu sela di Jepang.
Sebelumnya, Moody’s menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level Baa2, yang masih dalam kategori investment grade.
Hal ini kemudian diikuti penurunan prospek lima saham perbankan dari stabil menjadi negatif, yaitu BMRI, BBRI, BBNI, BBCA dan BBTN. Selain itu Moody’s juga menurunkan outlook beberapa perusahaan Indonesia dari stabil menjadi negatif, yaitu TLKM, Telkomsel, Pertamina, Pertamina Hulu, MIND ID, ICBP, dan UNTR.
Penurunan outlook oleh Moody’s tersebut berpotensi meningkatkan risk premium terhadap aset Indonesia dalam jangka pendek. Sentimen ini dapat memicu foreign outflow sementara, pelemahan Rupiah, serta kenaikan volatilitas IHSG.
Namun tekanan akibat revisi outlook diperkirakan lebih bersifat sementara selama peringkat Indonesia tidak diturunkan dari level investment grade. Secara teknikal diperkirakan IHSG akan menguji level support di kisaran 7.700-7.800. Jika tekanan berlanjut, berpotensi menguji support di 7.500.


