Bitcoin Anjlok di Bawal Level US$60 Dipicu Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID – Bitcoin anjlok di bawah level $60.000 pada perdagangan Rabu (1/7/2026), dipicu  kecemasan investor terkait prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada perdagangan sesi pagi di Asia, Bitcoiun merosot 1,5% ke level US$57,742, yang merupakan level terendah sejak September 2024.

Harga Bitcoin kini telah turun lebih dari 50% dari rekor tertingginya di atas US$126.000 pada Oktober 2026, dan berada di bawah rata-rata pergerakan 200 minggu. Secara teknis, hal ini mengindikasikan pasar Bitcoin memasuki tren bearish yang berkepanjangan.

Investor melakukan aksi jual menyikapi pernyataan hawkish pejabat The Fed, yang memicu spekulasi terkait peluang kenaikan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) pada paruh kedua tahun ini.

Aksi jual dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian, mengingat instrumen investasi berupa aset kripto tidak memberikan imbal hasil (yield), sehingga cenderung tidak menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Sepanjang Juni 2026, investor menarik lebih dari US$4 miliar dari dana investasi Bitcoin yang terdaftar di bursa Amerika Serikat (AS). Jumlah tersebut merupakan yang terbesar sejak investasi Bitcoiun diluncurkan di Bursa AS dua tahun lalu.

Selain itu, aksi jual juga dilakukan investor untuk menyikapi rilis data tenaga kerja non-pertanian AS, yang akan dirilis akhir pekan ini. Diperkirakan data tenaga kerja terbaru akan semakin membebani pertumbuhan, sehingga memperkuat kecenderungan The Fed menaikkan FFR.

Sentimen negatof juga datang dari aksi investor yang menarik kembali dukungan awal mereka terhadap perombakan pembiayaan yang dilakukan Michael Saylor di Strategy Inc.

Awalnya investor menyambut baik prospek pembelian kembali (buyback) saham, dan cadangan kas yang lebih besar. Meski demikian, fokus mereka dengan cepat beralih ke fleksibilitas baru yang dimiliki Strategy untuk menjual Bitcoin, dan memprioritaskan pengelolaan neraca keuangan daripada mengakumulasi aset tersebut.

Hal ini memunculkan kekhawatiran baru bahwa salah satu pembeli Bitcoin terbesar tersebut mungkin tidak lagi menjadi sumber permintaan yang konsisten. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Gempa Guncang NTT, Wapres Gibran Pastikan Pemerintah Percepat Penanganan dan Bantuan

BRIEF.ID - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan duka dan...

Gempa NTT, 2.000 Warga Nagekeo Mengungsi, BNPB Kerahkan Helikopter

BRIEF.ID - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa...

Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Satu Orang Tewas Tertimpa Bangunan di Pelabuhan Maumere

BRIEF.ID - Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang...

200 BTS Terdampak Gempa M 7,7 NTT, Tiga Operator Seluler Mulai Pulihkan Jaringan

BRIEF.ID - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang...