Banjir Bandang Tewaskan 16 Orang, BNPB Tetapkan Status Tanggap Darurat di Kabupaten Sitaro

BRIEF.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan  status tanggap darurat bencana  di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut) menyusul banjir bandang yang menewaskan 16 orang di wilayah itu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (7/1/2026), mengatakan pemerintah daerah setempat menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlaku aktif selama 14 hari, terhitung mulai 5 – 18 Januari 2026.

Penetapan status tanggap darurat tertuang dalam Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro Nomor 1/2026 dan menjadi dasar percepatan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Abdul  menyampaikan hingga saat ini kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi setidaknya hingga Selasa (6/1/2026) pukul 14.00 WITA ada 16 orang meninggal dunia, tiga orang dilaporkan masih hilang, dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan akibat banjir bandang yang terjadi, pada Senin (5/1/2026) dini hari.

Dikutip dari laman resmi BNPB,  banjir bandang dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu sejak dini hari, menyebabkan sungai meluap secara tiba-tiba sekitar pukul 02.30 WITA dan berdampak pada empat kecamatan, yakni Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Menurut Abdul, ratusan warga dari wilayah terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dalam pendampingan tim petugas gabungan. Data sementara mencatat sekitar 682 jiwa mengungsi, sementara lima korban meninggal telah teridentifikasi dan identitas korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Sedikitnya ada 22 orang warga mendapatkan perawatan di puskesmas setempat serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk penanganan medis lanjutan akibat luka yang mereka alami.

Selain itu sebanyak tujuh rumah warga juga dilaporkan hanyut dan lebih dari 120 rumah rusak ringan hingga berat, termasuk kerusakan pada akses jalan serta sejumlah bangunan dan infrastruktur.

“BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat  tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Utara,” kata Abdul. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Melemah Jadi Rp2.570.000 per Gram, Investor Cairkan Cuan

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Bahaya, Reli Emas yang Cepat Justru Pertanda Ekonomi dan Mata Uang Melemah

BRIEF.ID - Reli emas yang cepat justru menjadi pertanda...

Siapkan Rp100 M, Pemprov Jakarta Percepat Bongkar Tiang Monorel Mangkrak

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran...

Penggulingan Presiden Venezuela Bikin Harga Aset Trump Melonjak Sebesar US$140 Juta

BRIEF.ID - Pengggulingan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ternyata membuat...