All Posts By

Bisma Alief

News

Pahamify Berhasil Pecahkan Rekor MURI atas Pelaksanaan Try Out Akbar dengan Peserta Terbanyak

January 23, 2022

Jakarta, 22 Januari 2022 – Sebagai platform belajar online, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) terus bertekad untuk memberikan nilai tambah bagi pendidikan di Indonesia. Hal ini salah satunya diwujudnyatakan melalui pelaksanaan Try Out Akbar UTBK bagi siswa kelas 12 dan gap year untuk bersiap menghadapi SBMPTN 2022. Pelaksanaan Try Out Akbar ini dinobatkan sebagai pemecah rekor ‘Latihan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri secara Daring Peserta Terbanyak’ oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Piagam Rekor MURI diserahkan langsung kepada Chief Technology Officer (CTO) Pahamify Edria Albert oleh Senior Manager MURI Awan Rahargo di Jakarta, Sabtu (22/1). Seremoni ini turut dihadiri oleh Direktur Operasional MURI Jusuf Ngadri. Pahamify memecahkan rekor atas pelaksanaan Try Out UTBK yang diikuti oleh 64.160 peserta se-Indonesia secara online pada 15 Januari 2022 yang lalu.

“Terima kasih kepada MURI yang telah mengapresiasi dan memberikan predikat ini kepada Pahamify. Penyelenggaraan TryOut Akbar secara gratis ini pada dasarnya merupakan salah satu kontribusi kami dalam mendukung perjuangan siswa menuju kampus impian. Kami sangat senang inisiasi ini disambut baik, bahkan hingga kami bisa mendapatkan rekor MURI hari ini.”

Sebagai informasi, kegiatan yang diprakarsai oleh Pahamify ini merupakan rekor pemecahan. Rekor untuk pelaksanaan kegiatan sejenis pernah tercatat dengan total 20.000 peserta. Senior Manager MURI Awan Rahargo mengatakan, “MURI menganugerahkan Pahamify atas pencapaian prestasi superlatif. Di samping jumlah peserta yang tinggi, kami mengapresiasi tujuan mulia Pahamify untuk mewujudkan mimpi para siswa.”

Pendiri MURI Jaya Suprana turut memberikan ucapan selamat kepada Pahamify melalui video terpisah. “Dengan rasa bangga dan hormat, MURI memaklumatkan Pahamify sebagai pemrakarsa dan penyelenggara Latihan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri secara Daring yang diikuti oleh 64.160 peserta sebagai yang terbanyak di Indonesia. Semoga pencapaian ini semakin memperkuat Pahamify untuk senantiasa berkontribusi secara langsung bagi pendidikan di Indonesia.”

Jumlah 64.160 peserta diperoleh dari 38.004 peserta kelompok Saintek dan 26.156 peserta kelompok Soshum. Selain mengadakan Try Out Akbar, Pahamify juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan dalam rangka mendukung siswa menaklukkan UTBK. Kegiatan tersebut antara lain Try Out rutin mingguan, menerbitkan Ultimate Guide UTBK 2022 sebagai buku panduan siswa, menyelenggarakan Live Class dan Pahamify Accelerator Program, dan yang terbaru adalah menerbitkan fitur PEGASUS (Persiapan Gapai Sukses UTBK).

Pahamify juga mengadakan webinar dan sharing session inspiratif untuk siswa, orang tua, dan guru. Kegiatan ini rutin dijalankan, terlebih pelaksanaan UTBK 2022 sudah semakin dekat. Sebagai informasi, pendaftaran UTBK SBMPTN akan dibuka pada 23 Maret – 15 April 2022. Sementara itu pelaksanaan UTBK gelombang I dilaksanakan pada 17 – 23 Mei 2022 dan gelombang II pada 28 Mei – 03 Juni 2022.

“Pencapaian yang diperoleh Pahamify hari ini tidak lepas dari peran berbagai pihak. Terima kasih kami ucapkan kepada para siswa, orang tua, guru, sekolah, rekan-rekan media, dan partner lainnya. Semoga pencapaian Pahamify di awal tahun ini menjadi pembuka hal-hal baik lainnya di tahun 2022, baik bagi Pahamify maupun pendidikan di Indonesia,” tutup Edria.

News

Sambut Kurikulum Prototipe 2022, Pahamify Gelar Webinar Bersama Kemendikbud Ristek RI

January 9, 2022

Bogor, 9 Januari 2022 – Dalam rangka mendorong pemulihan pembelajaran di masa pandemi COVID-19, Pemerintah akan melakukan revitalisasi pendidikan Nasional. Hal ini  salah satunya diwujudnyatakan melalui pemberian opsi penerapan Kurikulum Prototipe pada Tahun Ajaran 2022. PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) menyambut baik upaya Pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Pahamify turut mendukung wacana ini melalui penyelenggaraan webinar bersama narasumber dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI untuk membahas tuntas Kurikulum Prototipe 2022.

Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Ristek RI Dr. Yogi Anggraena, M.Si. hadir secara virtual sebagai narasumber pada Jumat (7/1). Webinar Pahamify yang mengangkat tema “Paradigma dan Implementasi Kurikulum Prototipe 2022 untuk SMA Sederajat” ini diikuti secara antusias oleh lebih dari 400 audiens yang terdiri dari guru SMA sederajat yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kurikulum Prototipe 2022 melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya yang dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik; berbasis kompetensi yang ingin dikembangkan dan bukan berdasarkan konten atau materi; serta dirancang sesuai konteks dan terpersonalisasi sesuai kebutuhan murid,” urai Yogi.

Pembelajaran yang dijalankan pada Kurikulum Prototipe 2022 akan berbasis proyek untuk pengembangan soft skills dan karakter siswa. Kurikulum ini juga akan berfokus pada materi esensial sehingga ada waktu yang cukup untuk pembelajaran mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Kurikulum Prototipe memberikan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Sebagai informasi, program peminatan/penjurusan nantinya tidak diberlakukan. Di kelas XI dan XII, siswa mengikuti mata pelajaran dari Kelompok Mata Pelajaran Wajib, dan memilih mata pelajaran dari kelompok MIPA, IPS, Bahasa, dan Keterampilan Vokasi sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.

Chief Executive Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri mengatakan, “Kami menyambut baik kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI dalam menerapkan Kurikulum Prototipe 2022. Kurikulum ini tentunya akan semakin mendorong semangat merdeka belajar siswa. Sebagai platform belajar digital, Pahamify juga akan terus berinovasi untuk memberikan pengalaman belajar yang terbaik sehingga siswa mampu meningkatkan prestasi akademiknya.” Webinar bersama Kemendikbud Ristek RI ini merupakan kegiatan dari Teacher Community Pahamify untuk memberikan nilai tambah bagi pendidikan di Indonesia.

News

Bantu Persiapan Siswa Hadapi UTBK 2022,Pahamify Gelar Webinar Motivasi dan TryOut Akbar

December 22, 2021

Bogor, 21 Desember 2021 – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk SBMPTN 2022 akan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022, atau sekitar 146 hari lagi. Meski demikian, masih ada siswa yang belum sepenuhnya siap dengan rangkaian proses yang harus dijalankan. Sebagai platform belajar digital, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) konsisten mendampingi siswa dalam persiapan UTBK. Hal ini salah satunya diwujudnyatakan melalui pelaksanaan webinar Pahamify yang bertajuk “Persiapkan Dirimu untuk Sambut SBMPTN 2022”.

Webinar yang merupakan kolaborasi Pahamify bersama Sindonews ini dihadiri oleh Program Manager Pahamify Beatrix Monica pada Selasa (21/12). Menyambut UTBK 2022, Pahamify akan menyelenggarakan TryOut Akbar gratis pada 15 Januari 2022 mendatang. Webinar ini menjadi salah satu rangkaian menuju agenda tersebut. Selain memperkenalkan TryOut Akbar Pahamify, webinar yang diikuti secara antusias oleh puluhan siswa kelas 12 dan gap year ini juga memberikan informasi umum terkait persiapan dan pelaksanaan SBMPTN 2022.

“Beberapa faktor yang menyebabkan kurang optimalnya seseorang dalam SBMPTN adalah terlalu santai, jarang berlatih soal, hanya belajar dengan hafalan teori, serta kekurangan informasi. Melalui webinar ini, diharapkan siswa dapat memperoleh wawasan lebih mengenai pelaksanaan SBMPTN dan dapat lebih cermat untuk mempersiapkan diri menghadapi UTBK 2022,” urai Monica.

Data dari LTMPT pada Juni 2021 lalu menyatakan bahwa jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti UTBK-SBMPTN 2021 adalah sebanyak 777.858. Namun hanya 184.942 atau 23,78 persen diantaranya yang dinyatakan lulus dan masuk kampus pilihan. TryOut Akbar Pahamify menjadi salah satu peluang bagi siswa kelas 12 dan gap year untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan kesiapan dalam persaingan meraih kampus impian.

TryOut Akbar Pahamify akan dilaksanakan serentak oleh seluruh peserta se-Indonesia pada 15 Januari 2022 dengan dibagi menjadi 2 gelombang, yakni pukul 10.00 – 13.20 WIB dan pukul 19.00 – 22.20 WIB. Pendaftaran telah dibuka sejak 26 November 2021 hingga 14 Januari 2022 melalui aplikasi maupun website Pahamify pada landing page https://pahamify.com/try-out-akbar-2022/. Hasil TryOut Akbar Pahamify akan diumumkan pada 22 Januari 2022.

Soal TryOut Pahamify disusun berdasarkan standar UTBK terbaru dengan prinsip HOTS, dinilai dengan sistem IRT, dan dilengkapi dengan video pembahasan. Selain itu, TryOut Pahamify juga dilengkapi dengan fitur Rasionalisasi dan Smart Analysis  yang membantu siswa untuk  mengidentifikasi materi yang perlu diperdalam sehingga bisa mendapatkan hasil maksimal di UTBK.

Selain latihan melalui TryOut, Monica menjelaskan bahwa penting bagi siswa untuk tetap fokus pada target yang ingin dicapai. Lawan rasa takut, malas, atau pikiran negatif lainnya yang dapat menghambat perjalanan meraih impian. Tidak lupa, berusaha dan berdoa juga menjadi prioritas utama. “Pahamify berharap setelah webinar ini teman-teman kelas 12 dan gap year semakin optimis dan memiliki motivasi yang tinggi untuk menaklukkan UTBK 2022,” tutup Monica.

News

Gelar Parents Week 2021, Pahamify Dampingi Orang Tua Memaksimalkan Potensi Anak di Masa Pandemi

December 2, 2021

Bogor, 2 Desember 2021 –  Pendidikan anak merupakan salah satu prioritas utama orang tua, tak terkecuali pada masa pandemi saat ini. Keadaan yang dinamis juga menuntut orang tua untuk beradaptasi dalam mendukung tumbuh kembang anak. PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) bertekad untuk terus mendampingi orang tua dalam mendukung anak meraih prestasi.

Komitmen ini salah satunya diwujudnyatakan melalui pelaksanaan Pahamify Parents Week bertajuk ‘Menjadi Parents 4.0: Memaksimalkan Potensi Anak di Masa Pandemi’ pada Oktober – November 2021. Gelaran yang dibuka oleh Chief Operating Officer (COO) Pahamify Mohammad Ikhsan pada Senin (25/10) lalu merupakan rangkaian acara selama 4 minggu berturut-turut. Pahamify Parents Week disambut antusias oleh orang tua siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA se-Indonesia. Tercatat lebih dari 3.500 orang tua antusias mengikuti rangkaian acara ini secara virtual.

Ikhsan mengatakan, “Selain guru dan sekolah, orang tua memegang peranan penting dalam mendukung potensi dan masa depan anak. Terlebih saat ini intensitas orang tua untuk berinteraksi dengan anak lebih tinggi dibandingkan sebelum masa pandemi. Kami memahami bahwa orang tua juga butuh untuk berbagi dan berdiskusi dalam rangka memperoleh informasi serta menambah wawasan seputar anak. Hal ini yang mendorong kami untuk melaksanakan gelaran Pahamify Parents Week 2021.”

Data dari SurveyMETER pada akhir tahun 2020 menyatakan bahwa sebanyak 44,4% ibu dan 38,5% ayah menghabiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak mereka dibandingkan dengan sebelum adanya pandemi. Pada masa ini, orang tua juga berperan sebagai guru dan sahabat bagi anak.

Narasumber dan topik yang diangkat pada webinar Parents Week setiap minggunya berbeda-beda. Pada minggu pertama, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro hadir untuk membahas topik ‘Amankah Pembelajaran Tatap Muka? Siapkan Anak kembali ke Sekolah!’. Webinar kedua pada Selasa (2/11) bersama  Ketua Umum LPAI sekaligus Psikolog dan Pemerhati Anak Dr. Seto Mulyadi mengangkat topik ‘Merancang Masa Depan Anak Sesuai dengan Potensinya’.

Sementara pada Sabtu (6/11), Pahamify mengundang Public Figure Donna Agnesia untuk membahas topik ‘Beradaptasi dengan Perubahan Cara Belajar Anak di Masa Pandemi. Rangkaian kegiatan Parents Week ditutup pada Sabtu (13/11) dengan mengundang Ketua TP PKK DKI Jakarta sekaligus Penggagas Ibu IBukota Fery Farhati dan Psikolog Fathya Artha yang membahas topik ‘Menjadi Orang Tua versi Terbaik untuk Mendukung Potensi Anak’.

Pendidikan menjadi salah satu bekal bagi masa depan anak. Hal ini tak lepas dari doa dan upaya orang tua. “Rangkaian acara Pahamify Parents Week 2021 dengan topik dan narasumber yang mumpuni di bidangnya diharapkan turut membantu orang tua dalam memperoleh pengalaman dan wawasan luas terkait tumbuh kembang anak. Semoga setiap sesi webinar ini memberikan dampak yang baik, bukan hanya bagi orang tua dan anak, tetapi juga masa depan bangsa Indonesia,” tutup Ikhsan.

News

BI 7-DAY REVERSE REPO RATE TETAP 3,50%: SINERGI MENJAGA STABILITAS DAN MEMPERKUAT PEMULIHAN

September 21, 2021

No.23/241/DKom

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 2021September 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut, melalui berbagai langkah berikut:

  1. Melanjutkan kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar;
  2. Melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif;
  3. Memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman asesmen transmisi SBDK dan SB Kredit baru per jenis kredit berdasarkan Kelompok Bank  (Lampiran);
  4. Mendorong akselerasi perluasan merchant QRIS khususnya di pasar-pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah, untuk meningkatkan integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus mendukung protokol kesehatan;
  5. Memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah terkait pelaksanaan uji coba digitalisasi bansos dan elektronifikasi transaksi pemerintah untuk mendorong realisasi belanja pemerintah;
  6. Memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait. Pada September dan Oktober 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Tiongkok, dan Inggris.

Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan.

Pemulihan perekonomian global diprakirakan berlanjut meskipun dampak kenaikan kasus Covid-19 dan gangguan rantai pasokan di beberapa negara perlu diwaspadai. Di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jepang, laju pemulihan ekonomi pada paruh kedua 2021 cenderung lebih lambat dari prakiraan. Di sisi lain, pemulihan ekonomi di berbagai negara kawasan Eropa dan Amerika Latin cenderung lebih tinggi sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi global. Kinerja berbagai indikator dini pada Agustus 2021, seperti Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur dan penjualan eceran tetap kuat, di tengah indikasi lebih lamanya transportasi barang seperti tercermin pada PMI Suppliers’ Delivery Times Index. Dengan dinamika tersebut, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global 2021 tetap sekitar 5,8%. Volume perdagangan dan harga komoditas dunia tumbuh kuat, sehingga menopang prospek ekspor negara berkembang. Ketidakpastian pasar keuangan global belum sepenuhnya mereda, dipengaruhi isu kegagalan bayar korporasi di pasar keuangan Tiongkok, rencana pengurangan stimulus (tapering) oleh the Fed, serta peningkatan kasus Covid-19. Perkembangan tersebut berpengaruh terhadap preferensi investor global atas aliran portofolio ke negara berkembang.

Kinerja perekonomian domestik diprakirakan kembali membaik secara bertahap. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kembali membaiknya mobilitas masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas sebagai dampak respons penanganan Covid-19 yang semakin baik. Pada periode Agustus hingga awal September 2021, aktivitas ekonomi domestik berangsur membaik, setelah mengalami perlambatan pada Juli 2021. Hal tersebut tercermin pada kinerja berbagai indikator dini, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta transaksi pembayaran melalui SKNBI dan RTGS, yang kembali meningkat. Di sisi eksternal, kinerja ekspor terus meningkat didukung oleh tetap kuatnya permintaan mitra dagang utama. Ke depan, perbaikan ekonomi diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2021 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 3,5% – 4,3%.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik. Kinerja transaksi berjalan diprakirakan membaik didorong oleh surplus neraca barang yang berlanjut. Neraca perdagangan Agustus 2021 mencatat surplus sebesar 4,7 miliar dolar AS, tertinggi sejak Desember 2006, terutama dipengaruhi oleh peningkatan ekspor komoditas utama seperti CPO, batu bara, besi dan baja, serta bijih logam, di tengah kenaikan impor seiring dengan perbaikan ekonomi domestik. Sementara itu, aliran masuk modal asing berlanjut dengan investasi portofolio mencatat net inflows sebesar 1,5 miliar dolar AS pada periode Juli hingga 17 September 2021. Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2021 meningkat menjadi sebesar 144,8 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta melampaui kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, defisit transaksi berjalan pada 2021 diprakirakan tetap rendah di kisaran 0,6%-1,4% dari PDB, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Nilai tukar Rupiah menguat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda.Nilai tukar Rupiah pada 20 September 2021 menguat 0,94% secara rerata dan 0,18% secara point to point dibandingkan dengan level Agustus 2021. Penguatan nilai tukar Rupiah didorong oleh persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, terjaganya pasokan valas domestik, dan langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia. Dengan perkembangan tersebut, Rupiah sampai dengan 20 September 2021 masih mencatat depresiasi sebesar 1,35% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020, relatif lebih rendah dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.

Inflasi tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2021 tercatat inflasi 0,03% (mtm) sehingga inflasi IHK sampai Agustus 2021 mencapai 0,84% (ytd). Secara tahunan, inflasi IHK tercatat 1,59% (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,52% (yoy). Inflasi inti terjaga rendah sejalan dengan belum kuatnya permintaan domestik, terjaganya stabilitas nilai tukar, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target. Inflasi kelompok volatile food sedikit meningkat disebabkan oleh kenaikan harga komoditas minyak goreng sejalan dengan kenaikan harga CPO global di tengah pasokan barang yang memadai. Inflasi administered prices juga sedikit meningkat seiring masih berlanjutnya dampak kenaikan cukai tembakau. Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI dan TPID), guna menjaga inflasi IHK dalam kisaran target sebesar 3,0±1% pada 2021 dan 2022.

Kondisi likuiditas tetap longgar didorong kebijakan moneter yang akomodatif dan dampak sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp122,30 triliun pada tahun 2021 (hingga 17 September 2021). Bank Indonesia melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2021 sebesar Rp139,84 triliun (hingga 17 September 2021) yang terdiri dari Rp64,38 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO). Dengan ekspansi moneter tersebut, kondisi likuiditas perbankan pada Agustus 2021 sangat longgar, tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi, yakni 32,67% dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,81% (yoy). Likuiditas perekonomian juga meningkat, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 9,8% (yoy) dan 6,9% (yoy).

Suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang masih longgar mendorong suku bunga kredit perbankan terus menurun walaupun masih terbatas. Di pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito 1 bulan perbankan telah menurun, masing-masing sebesar 55 bps dan 205 bps sejak Juli 2020 menjadi 2,82% dan 3,43% pada Juli 2021. Di pasar kredit, penurunan SBDK perbankan terus berlanjut, meski dalam besaran yang lebih terbatas, yaitu menurun dari 8,82% pada Juni 2021 menjadi 8,81% pada Juli 2021. Suku bunga kredit baru mengalami penurunan pada Agustus 2021, seiring dengan menurunnya persepsi risiko perbankan terhadap dunia usaha setelah pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas. Bank Indonesia mengharapkan perbankan untuk terus melanjutkan penurunan suku bunga kredit sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendorong kredit kepada dunia usaha.  

Ketahanan sistem keuangan tetap terjaga, meskipun fungsi intermediasi perbankan masih perlu ditingkatkan.Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Juli 2021 tetap tinggi sebesar 24,57%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap terjaga, yakni 3,35% (bruto) dan 1,09% (neto). Intermediasi perbankan melanjutkan pertumbuhan positif yaitu sebesar 1,16% (yoy) pada Agustus 2021, didorong oleh membaiknya permintaan kredit dari dunia usaha sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, menurunnya suku bunga kredit baru, serta melonggarnya standar penyaluran kredit perbankan. Kredit Konsumsi dan Kredit Modal Kerja melanjutkan pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 2,84% (yoy) dan 1,27% (yoy), mengindikasikan peningkatan aktivitas konsumsi terutama permintaan pemilikan rumah, serta pemulihan dunia usaha. Kredit UMKM juga terus mengalami peningkatan dengan tumbuh sebesar 2,70% pada Agustus 2021. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit pada tahun 2021 diprakirakan dalam kisaran 4%-6%.

Bank Indonesia terus memperkuat integrasi ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) melalui penguatan kebijakan sistem pembayaran dan koordinasi kebijakan dengan otoritas terkait. Transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2021 terus meningkat sejalan dengan akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital, dan akselerasi digital banking. Pertumbuhan tersebut terutama tercermin pada nilai transaksi uang elektronik dan digital banking. Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,66% (yoy) menjadi Rp24,8 triliun. Nilai transaksi digital banking mencapai Rp3.468,4 triliun, tumbuh 61,80% (yoy). Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu seperti kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit tercatat Rp633 triliun, tumbuh 5,85% (yoy). Perluasan merchant QRIS berlanjut, pada pertengahan September 2021 mencapai 10,4 juta merchant, atau tumbuh 120,22% (yoy). Di sisi tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Agustus 2021 meningkat 10,73% (yoy) mencapai Rp843,9 triliun. Bank Indonesia terus memperkuat strategi layanan kas dan distribusi uang untuk memenuhi kebutuhan uang kartal di perbankan dan masyarakat, termasuk pada masa pembatasan mobilitas.

News

Resmikan Rusun Pasar Rumput, Presiden: Permudah Aktivitas Ekonomi Masyarakat

September 20, 2021

Presiden Joko Widodo meresmikan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput yang terletak di Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin, 20 September 2021. Rusun yang dibangun sejak tahun 2016 ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial yang diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi.

“Keberadaan pasar dengan fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum) yang lengkap ini memberikan kemudahan bagi para penghuni untuk melakukan aktivitas ekonomi seperti pedagang dan menjalankan kegiatan ekonomi lainnya,” ucap Presiden.

Kepala Negara menyebutkan bahwa rusun yang dibangun dengan biaya Rp970 miliar ini, didukung oleh jalur transportasi yang baik, sehingga dapat memudahkan mobilitas penghuninya.

“Rusun Pasar Rumput ini juga istimewa karena juga didukung oleh jalur transportasi yang sangat baik, terintegrasi dengan busway dan interkoneksi timur selatan menuju Dukuh Atas,” jelas Presiden.

Presiden berharap keberadaan rusun ini dapat meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan hunian yang nyaman, terjangkau, dan dapat memfasilitasi kegiatan produktif masyarakat.

“Saya berharap dengan beroperasinya Rusun Pasar Rumput ini bisa membantu saudara-saudara kita untuk memiliki hunian yang layak dan nyaman dengan lokasi strategis untuk melakukan kegiatan ekonomi,” tuturnya.

Selain itu, Presiden menuturkan, keberadaan rusun ini juga akan dapat menampung masyarakat dari sisi Sungai Ciliwung yang terdampak program normalisasi sungai bagi penanganan banjir.

Untuk diketahui, Rusun Pasar Rumput dibangun dengan konsep mixed-use development dan memiliki 1.984 unit hunian tipe 36 yang terdapat di lantai 4 sampai lantai 25. Selain itu, pada lantai 1 rusun ini juga dibangun pasar dengan 318 kios dan 350 los, pada lantai 2 terdapat 649 kios, serta pada lantai 3 terdapat fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

News

Terpicu Rights Issue, Saham BBRI Bisa Melonjak Dalam Jangka Pendek

September 2, 2021

Jakarta, 1 September 2021– Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dinilai bisa melonjak dalam kurun waktu jangka pendek, terpicu aksi korporasi rights issue bernilai jumbo oleh bank Himbara tersebut.


Seperti diketahui, dalam prospektus yang dipublikasikan Selasa (31/8), BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,213 miliar Saham Baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I.


Analis pasar modal sekaligus ekonom dari LBP Institute Lucky Bayu Purnomo memproyeksikan saham BRI ke depan pasca rights issue dan terbentuknya holding secara resmi, akan kembali menembus harga di kisaran Rp4.800 dalam jangka pendek.


Peningkatan kinerja saham BBRI selain terpicu faktor fundamental perseroan yang kuat, juga didorong oleh pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi) yang mampu mengintegrasikan dan memperkokoh pemberdayaan ekosistem UMKM termasuk usaha ultra mikro di dalamnya.
“Saat ini BBRI masih cenderung akan menguat ke angka Rp4.800,” ujarnya optimistis.


Sesuai prospektus, harga pelaksanaan rights issue BBRI yakni Rp3.400 per lembar saham. Pemerintah akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya dalam BRI dengan cara penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (Inbreng) sesuai PP No. 73/2021.


Seluruh saham Seri B milik pemerintah dalam PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM akan dialihkan kepada BRI melalui mekanisme inbreng. Nilai total PMHMETD I yang telah memperhitungkan inbreng serta eksekusi hak Pemegang Saham Publik adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp95,92 triliun. Dana hasil dari aksi korporasi itu di antaranya akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan Holding BUMN UMi bersama Pegadaian dan PNM.


Lucky memaparkan, pertumbuhan kinerja BRI masih positif meski berada di tengah pendemi Covid-19. Perseroan mampu membukukan laba Rp12,54 triliun hingga akhir semester pertama 2021. Pencapaian itu tumbuh sekitar 22,93% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.


Faktor utama pendorong peningkatan tersebut adalah kredit yang tumbuh positif di atas rata-rata industri perbankan nasional. Hingga akhir Juni 2021, penyaluran kredit BRI secara konsolidasian mencapai Rp929,40 triliun. Adapun periode yang sama tahun lalu sebesar Rp922,97 triliun.


Lucky juga menyebut, perseroan bahkan ikut mampu mendorong berbagai inovasi digital untuk dapat memperkuat bisnisnya di segmen UMKM. BRI pun akan mampu menggarap pasar yang lebih besar yakni ultra mikro sebagai sumber pertumbuhan baru melalui holding. Dia menambahkan, BRI, Pegadaian dan PNM akan mampu menambah lebih banyak nasabah potensial yang selama ini masih belum memenuhi syarat penyaluran dana dari lembaga keuangan formal, untuk memperbesar basis bisnisnya.


Dengan demikian, Lucky menilai BBRI adalah saham bank Himbara yang paling potensial bertumbuh ke depan. Selain itu, kata dia, saham BBRI dinilai prospektif lantaran ketiga BUMN dalam holding memiliki kinerja keuangan dan fundamental usaha yang sama baiknya.


“Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan apresiasi investor lebih tinggi lagi. Di antara bank pemerintah BRI ini paling prospektif. Dia lebih unggul. Dia akan menguat karena jangka panjangnya paling baik,” katanya optimistis.


BBRI Melambung, Investor Ritel Dulang Untung
Senada Head of Equity Trading MNC Sekuritas Frankie Wijoyo Prasetyo mengatakan investor akan lebih tertarik menyerap saham baru BBRI karena dananya bakal digunakan untuk pembentukan holding yang mengoptimalkan kinerja ketiga perusahaan negara tersebut.
Dia pun menilai harga pelaksanaan rights issue Rp3.400 sudah sangat menarik, yang mana harga saham BBRI saat ini tak terpaut jauh dan masih cenderung sideways di level Rp3.800-Rp3.900. “Imbas dari penerbitan saham baru yang berkapitalisasi jumbo tersebut untuk jangka pendek target price bisa di level Rp4.500,” katanya.


Selain itu, investor memiliki optimisme terhadap kinerja fundamental BRI yang bertumbuh dan kuat di tengah tantangan ekonomi karena pandemi Covid-19. Di pasar segmen UMKM termasuk UMi, Pegadaian dan PNM pun akan saling melengkapi dan memperkokoh kinerja dengan BRI.
Optimisme senada diungkapkan pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Indonesia Superstocks Community Edhi Pranasidhi. Menurutnya harga yang ditawarkan perseroan sebesar Rp3.400 sangat menarik. Hal itu kata dia bisa menjadi momentum investor ritel mendulang untung.


“Jadi saya berpendapat, menebus rights BBRI akan menguntungkan untuk investasi 6-12 bulan,” katanya.


Dia pun meyakini setelah rights issue kinerja usaha fundamental BBRI akan semakin bersinar. Ada penambahan laba bersih sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun dari Pegadaian dan PNM serta kenaikan nilai buku menjadi sekitar Rp1.900 rupiah per saham dari saat ini Rp1.690 rupiah per saham.


Dengan demikian dari PBV harga saham BBRI terlihat masih murah. Selain itu, jika diperdagangkan pada level normal di 2,5 kali nilai buku, maka harga saham BBRI seharusnya 2,5 dikali dengan Rp1.900 yakni Rp4.750 rupiah per saham.


“Hal ini membuat potensi return setelah membeli rights-nya adalah sekitaran 40% dan jika menggunakan harga teoritis dengan perhitungan theoretical ex right price, maka return investasi adalah antara 24%-30% atau lebih menarik dibandingkan bunga deposito atau kupon obligasi ORI atau FR manapun,” pungkasnya.s

News

Bicara Investasi & Inovasi Digital, Begini Pandangan Bos Lippo John Riady

September 2, 2021

JAKARTA, 2 September 2021- Transformasi digital dalam sebuah ekosistem teknologi dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah krisis global akibat pandemi Covid-19.
Perubahan perilaku konsumen dalam beraktivitas secara daring selama pandemi mendorong percepatan pendalaman transformasi digital.

“Saya pikir di Indonesia, kita melihat dengan jelas perubahan perilaku konsumen yang bersatu dan dipercepat oleh kondisi yang ditimbulkan akibat Covid melakukan semua hal secara online. Ini adalah perkembangan yang sangat penting di tengah ekosistem teknologi. Saya percaya perusahaan yang bisa mencari solusi lebih baik terhadap suatu masalah atau kebutuhan konsumen, maka perusahaan ini akan berhasil,” ungkap CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady dalam diskusi yang bertajuk ‘Investing in the Indonesian Digital Economy’.

Menurut John faktor inilah yang menjadi alasan sejumlah entitas perusahaan rintisan (startup) seperti Tokopedia, Gojek, Ruangguru berhasil karena mampu memberikan solusi riil keinginan konsumen, sehingga bisa benar-benar mengubah perilaku konsumen.

Perubahan yang luar biasa ini, tambahnya, baik dalam hal modal dan arus modal, seperti sejumlah perusahaan yang akan go public, memungkinkan ekosistem teknologi di Indonesia untuk mengakses kebutuhan modal yang jauh lebih besar daripada yang tersedia sebelumnya.

“Jadi saya pikir ekosistem benar-benar akan memasuki titik balik, dan akan selalu mengambil pendekatan multi-cabang untuk digital. Transformasi digital merupakan kunci penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dan merupakan cara untuk mengangkat masyarakat Indonesia keluar dari kemiskinan,” ungkap John yang juga pemilik PT TEZ Ventura Indonesia.

Menurut John, di era digitalisasi memiliki ciri khas daya inovasi cepat, serta putaran investasi sangat tinggi, seolah valuasi perusahaan rintisan tak mengacu fundamental bisnis. Namun dari banyaknya perusahaan rintisan, akan menyisakan mereka yang berhasil memberikan solusi terhadap berbagai masalah dan memberikan nilai tambah.

John menjelaskan bahwa transformasi digital memungkinkan seseorang untuk bisa diberdayakan dan diberikan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Dia menepis kekhawatiran munculnya fenomena ‘Bubble Startup’ yang menghantui euforia ekonomi digital saat ini.
Valuasi pasar yang seringkali berbeda dari kinerja fundamental bisnis rintisan mungkin jadi salah satu momok tersebut.

Di sisi lain, tambahnya, hampir seluruh pihak meyakini digitalisasi ekonomi akan menjadi lompatan besar dalam dunia bisnis yang disokong kemajuan revolusi teknologi 4.0. Dan ini akan semakin luas mengubah pola produksi, konsumsi, maupun cara hidup masyarakat ke depan.

Indonesia menjadi salah satu negara Asia yang memiliki potensi besar dalam era ekonomi digital tersebut. Bukan hanya jumlah populasi dan potensi pertumbuhan ekonomi, tapi juga terdapat ekosistem digital yang terus tumbuh.
Bahkan, pada 2030 sebagaimana diperkirakan Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekonomi digital akan tumbuh delapan kali lipat, menjadi Rp4.531 triliun. Transaksi belanja daring memainkan peran signfikan dengan porsi 34%. Selain itu, terdapat sektor ekonomi digital seperti health-tech serta edutech akan tumbuh signifikan. Indonesia diproyeksikan akan mengambil porsi 55% dari total GDP digital kawasan Asean.

Persoalannya, ramainya kemunculan perusahaan rintisan ini telah menjungkirkan cara pandang lama tentang investasi dan inovasi. Kedua hal tersebut pada era industri konvensional senantiasa dilakukan secara hati-hati serta bertahap. Sedangkan pada era digital, cara pandang tersebut seolah berubah. Publik terpaksa heran dengan valuasi pasar Tesla, misalnya, yang mengalahkan Toyota, namun dengan tingkat profitabilitas di bawah pabrikan Jepang tersebut.

John menilai banyak perusahaan rintisan memberikan solusi bagi permasalahan komunitas dan memberikan nilai tambah, serta berdampak positif. “Sehingga, saya pikir ini semua sulit mengenal mahal-murah, baik atau tidak, tetapi ini bagian dari inovasi,” jelas jebolan Columbia University AS itu.

Lebih jauh, John memaparkan hal yang sama juga terjadi sejak manufaktur mobil pertama di AS. Kala itu, terdapat 500-600 perusahaan pembuat mobil. “Namun 60 tahun sesudahnya, yang bertahan hanya Ford, General Motors, Chrysler. Singkatnya dari ratusan itu, hanya tiga sampai empat yang bertahan, dan mereka adalah yang bisa memberikan solusi dan nilai tambah, inovasi dan prosesnya menentukan,” kata John.

Sebagai praktisi bisnis, John menilai perekonomian digital saat ini baru menapak fase permulaan dan akan terus bertumbuh. Terlebih lagi, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memaksa hampir seluruh lini kehidupan mengandalkan teknologi digital. “Tujuh tahun lalu, perusahaan sekelas Gojek hanya memiliki valuasi Rp1 triliun, saat ini valuasi itu mencapai US$60 miliar, naik 1.000 kali lipat,” kata John.

Dia menambahkan, dengan ekosistem teknologi yang semakin mapan, ke depan, perekonomian digital di Indonesia bukan hanya bertumbuh melainkan bisa mencapai sebuah ledakan revolusioner. Kalau berkaca pada Tiongkok, jelas John, di mana perusahaan digital generasi awal seperti Alibaba, Tencent, Baidu yang melantai di bursa dan telah memberikan return tinggi bagi investor memicu kelahiran banyak perusahaan rintisan baru.

“Ke depan, Indonesia akan mengalami fase yang sama. Bukan saja hal investasi dan sebuah return, tetapi transformasi digital yang akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi, juga akan mengangkat perekonomian masyarakat ke tingkat kelas menengah,” paparnya.

Adanya pandemi Covid-19 yang pada awalnya adalah bencana kesehatan, lanjutnya, ternyata justru mempercepat dan memperdalam transformasi digital. Hal ini terlihat pada sebagian besar aktivitas masyarakat yang sudah dapat dilakukan secara online.

News

Saatnya PAN Tegas Dalam Tentukan Arah Politiknya

February 4, 2020

Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar Kongres ke-5 partai tersebut di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 10-12 Februari mendatang. Salah satu agenda penting dalam kongres tersebut adalah pemilihan ketua umum periode 2020-2025.

Ada 4 nama Caketum yang akan bersaing memperebutkan kursi nomor 1 di partai berlambang matahari tersebut. Mereka adalah Caketum petahana Zulkifli Hasan, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dradjad Wibowo dan Wakil Ketua Umum Mulfachri Harahap. Bila dilihat dari komposisi keempat caketum, siapapun yang terpilih tentu akan menjelaskan ke mana posisi PAN dalam 5 tahun ke depan.

Bila patokan disebut sebagai partai besar adalah kemenangan pemilu, berarti PAN tidak termasuk di dalamnya karena ada di 3 besar pun tidak pernah. Bila yang menjadi patokan adalah kader yang menjadi gubernur, lagi-lagi PAN tidak bisa masuk kriteria, karena Zumi Zola, yang pernah menjadi Gubernur Jambi, sudah dijebloskan ke hotel prodeo karena kasus korupsi. Kalau pun ada kepala daerah dari PAN yang memiliki nama di tingkat nasional itu hanya sebatas wali kota yaitu Wali Kota Bogor Aria Bima atau Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha.

Lalu apa dong yang membuat PAN menarik? Tidak lain dan tidak bukan adalah kehebohan, bila tidak mau disebut kegaduhan, yang sering dibuat oleh partai tersebut. Merunut ke belakang, kehebohan pertama PAN hadir saat Sutrisno Bachir menjadi Ketum periode 2005-2010. PAN saat itu disebut sebagai Partai Artis Nasional, karena banyaknya artis yang direkrut hanya sekedar untuk menaikkan popularitas dan suara partai.

Kehebohan selanjutkan adalah saat Zulkifli Hasan menjadi Ketum sejak 2015 lalu. Bersama Zulkifli, PAN seakan terombang-ambing di tengah lautan politik dan hanya mengikuti hembusan angin untuk menentukan kearah kebijakan partai. Di tahun 2017 saat pembahasan RUU Pemilu, PAN bahkan walk out dari sidang paripurna karena tidak setuju dengan pemerintah yang ingin presidential threshold 20 persen, sementara PAN ingin nol persen. Padahal saat itu, PAN merupakan salah satu partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Tak lama setelahnya, PAN menyatakan keluar dari koalisi dan memilih menjadi oposisi. Implikasi lain dari keluarnya PAN dari koalisi adalah “dipaksa mundurnya” Asman Abnur dari kursi Menpan-RB pada 14 Agustus 2018. Saat itu, Asman menjadi satu-satunya kader PAN yang menjadi menteri di Kabinet Kerja. Sementara saat ini, bersama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mereka adalah partai yang tidak memiliki representasi partai di dalam kabinet Indonesia Maju.

Kembali ke soal kongres yang kurang dari seminggu lagi, PAN memiliki peluang untuk masuk ke dalam koalisi pemerintah atau memantapkan diri berada di oposisi atau mungkin tetap berada dalam kebimbangan mereka. Karena semua caketum memiliki pandangan politiknya masing-masing dalam 5 tahun ke depan dan masing-masing berlainan satu sama lainnya.

Zulkifli Hasan sebagai caketum petahanan tentu memiliki keuntungan yang sangat besar dalam kongres ini dan mengklaim sudah mengantongi 60 persen dukungan dari seluruh kader PAN. Jangan lupa juga, Zulkifli memiliki loyalis yang saat ini masih menduduki jabatan strategis dalam sturuktur kepartaian serta di DPR. Namun, Zulkifli tidak lagi mengantongi dukungan dari Amien Rais, yang selama ini dianggap sebagai sesepuh dan memiliki power dalam menentukan ketum. Padahal pada 2015 lalu, Zulkifli mendapat dukungan dari Amien untuk mengalahkan Hatta Rajasa di Kongres ke-4 PAN. Tapi bila Zulkifli menjadi ketum untuk periode kedua, maka besar kemungkinan PAN akan tetap menjadi partai oportunis yang tetap dalam kebimbangan dan keterombangambingan dalam menentukan arah politik.

Sementara Asman Abnur, kemungkinan besar akan membawa PAN untuk merapat ke dalam pemerintah. Hal ini tidak lepas dari kinerja Asman selama menjadi Menpan-RB, bahkan dirinya dianggap berhasil selama menjadi menteri sebelum akhirnya terpaksa mengundurkan diri karena partainya keluar dari koalisi pemerintah. Mantan Ketum PAN Hatta Rajasa sudah terang-terangan mengatakan mendukung Asman sebagai Ketum PAN hingga tahun 2025. Posisi Hatta sebagai besan mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan arah politik SBY yang mendukung pemerintah, membuat kemungkinan PAN akan mendapat jatah menteri di dalam pemerintahan.

Bila Mulfachri Harahap menjadi ketum selanjutnya, besar kemungkinan PAN akan memantapkan diri sebagai oposisi hingga tahun 2024 mendatang. Hal ini karena Mulfachri didukung penuh oleh Amien Rais untuk maju sebagai caketum PAN. Bahkan Amien langsung menyiapkan paket Mulfachri Harahap-Hanafi Rais sebagai ketum dan sekjen dalam kongres. Bila melihat track record Amien sebagai kingmaker di PAN, tidak kecil kemungkinan Mulfachri akan menjadi ketum PAN 2020-2025. Zulkifli sudah mengakui bagaimana pengaruh Amien mampu membuatnya mengalahkan Hatta di 2015. Apakah kali ini tuah Amien berhasil pada Mulfachri?

Untuk Dradjad Wibowo, sosok ini memiliki sejarah panjang dalam partai berlambang matahari ini. Pada 2010 lalu, dirinya yang saat itu bersaing dengan Hatta untuk kursi ketum PAN, mengundurkan diri di saat-saat terakhir dan membuat Hatta menang secara aklamasi. Alasannya mundur saat itu karena tidak ingin PAN terpecah. Bila bicara arah politik bila terpilih, Dradjad kemungkinan akan menjadikan PAN sebagai mitra pemerintah meski tidak akan ngoyo masuk ke dalam koalisi ataupun jatah menteri. Sampai saat ini, Dradjad masih terus bergerilya untuk mendapat dukungan kader akar rumput PAN dan belum ada mantan ketum yang menyatakan mendukungnya. Bila melihat daftar mantan Ketum PAN, hanya Sutrisno Bachir yang belum punya jagoan di kongres kali ini. Apakah Dradjad adalah jagoan Sutrisno?

Jadi kemana arah PAN dalam 5 tahun? Masuk koalisi? Mantap sebagai oposisi? Memantau dari jauh? Atau nyaman dalam kebimbangan?

Opinion

BRIN, Langkah Better Late than Never Perbaiki Riset & Penelitian Indonesia

January 20, 2020

Jakarta — Kehadiran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tidak lepas dari disahkannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) pada tanggal 13 Agustus 2019 lalu. Kehadiran BRIN membawa harapan pada dunia riset dan penelitian di Indonesia yang selama ini dianggap hanya sekedar kebutuhan publikasi dan belum memiliki implikasi pada kemajuan industri.

Bila ditarik ke belakang, munculnya wacana membuat satu lembaga riset nasional pertama digaungkan oleh Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di HUT ke-46 partai berlambang banteng itu di JIEXpo Kemayoran pada tahun lalu. Megawati kembali mengulang pidatonya soal riset pada HUT ke-47 PDI-P di lokasi yang sama. Bahkan menurut mantan presiden ke-5 RI tersebut, munculnya lembaga riset nasional merupakan salah satu mimpi founding father, yang juga ayahandanya, Ir. Soekarno.

“Saya memohon, jelas dibutuhkan badan riset dan inovasi nasional yang hasil kerjanya harus jadi landasan keputusan program pembangunan. Saya tidak akan pernah bosan mengingatkan tidak ada satu negara pun dapat menjadi negara maju tanpa mengedepankan riset pengetahuan dan teknologi, ini yang sedang kami perjuangakan bersama Pak Jokowi. Saya tidak bosan untuk mengingatkan, tidak ada negara maju jika kita tidak mengembangkan riset, teknologi, serta inovasi,” tegas Megawati saat HUT ke-46 PDI-P tahun 2019.

“Riset yang berdaulat, merupakan hal fundamental dalam menjalankan roda pembangunan menuju negara industri maju, negara yang mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata putri Presiden Sukarno itu di HUT ke-47 PDI-P tahun 2020.

Keinginan Megawati tersebut akhirnya tercapai dalam UU Sisnas Iptek. Dalam undang-undang tersebut, pemerintah ingin adanya satu badan penelitian dan pengembangan (litbang) yang terintegrasi, menyusun strategi atau design besar soal riset dan anggaran agar tidak terbagi-bagi serta memfokuskan kembali distribusi anggaran untuk litbang.

Terbentuknya BRIN sendiri membuat adanya beberapa perubahan dalam hal riset dan penelitian antara lain rencana pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kelembagaan BRIN, mekanisme dana abadi penelitian, registrasi penelitian, pengembangan, pengkajian dan Penerapan (Litbang Jirap), wajib serah dan wajib simpan, komite etik dan kode etik, penerapa sanksi yang bertahap dan sistem informasi Iptek nasional. Irsan mengatakan bila ini menjadi penting guna memastikan penelitian yang dilakukan menjadi acuan bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan.

Ide besar yang membentuk BRIN lewat UU Sisnas Iptek tentunya memiliki niat yang teramat sangat mulia, yaitu menjadikan iptek dan penelitian sebagai landasan bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan. Namun begitu pembentukan BRIN bukan tak menimbulkan masalah lain bagi pemerintah. Sebab sebelum munculnya BRIN saja sudah banyak lembaga penelitian yang memiliki spesialisasinya masing-masing seperti BATAN, LAPAN, BPPT dan LIPI. Belum lagi bagian litbang yang sudah pasti dimiliki hampir semua kementerian, bahkan Kementerian PUPR sudah dengan tegas menyebut bila tidak setuju litbang miliknya digabung dengan BRIN.

Itu saja baru menyangkut soal bagaimana posisi BRIN dalam penelitian di Indonesia. Hal lain yang menjadi perhatian adalah isi dari UU Sisnas Iptek itu sendiri. Karena menurut salah satu LSM yang memiliki kepedulian pada penelitian dan riset, Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG), isi dari UU tersebut isinya 35 persen terfokus di hulu sementara hanya 19 persen yang fokus di hilir. Padahal dalam memajukan industri, hilir harus memiliki persentasi lebih tinggi karena di sini pemanfaatan dan implementasi dari seluruh penelitian. Apalagi saat ini publikasi dan penelitian di Indonesia masih sangat tertinggal, masih banyak penelitian yang berhubungan dengan industri ternyata dipublikasi di bawah tahun 2010 dan tidak memiliki update terbaru.

Dengan banyaknya kekurangan dan kebingungan yang dihadapi BRIN, setidaknya lembaga baru ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan dan memajukan riset serta penelitian di Indonesia. Sebab selama ini industri tidak pernah berjalan beriringan dengan riset dan penelitian, jadi jangan kaget bila industri Indonesia seperti diam di tempat karena tidak tahu inovasi apa yang harus dibuat dan apa keinginan pasar. Pemilihan Bambang Brodjonegoro sebagai Kepala BRIN juga merupakan langkah yang sangat bijak sebab Bambang merupakan salah satu guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan sudah memiliki gelar profesor di bidangnya. Bahkan Bambang adalah guru dari Menteri Keuangan Sri Mulyani di UI.

Walaupun Indonesia bisa dikatakan agak terlambat dalam mengembangkan riset dan penelitian, namun setidaknya ini merupakan langkah awal menuju Indonesia Emas 2045 yang menjadi cita-cita besar dalam usia 100 tahun negara ini. Better late than never, mungkin ini lah kata yang tepat menggambarkan riset dan penelitian Indonesia saat ini. (***)