BRIEF.ID – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menyerang situs radar dan komando Iran selama akhir pekan, sementara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pangkalan AS sebagai balasan.
Dikutip dari Investing.com, Senin (1/6/2026), serangan-serangan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan sejak pekan lalu, dan terjadi di tengah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Iran “benar-benar ingin membuat kesepakatan” untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
CENTCOM menyatakan dalam unggahan media sosialnya bahwa telah menyerang situs-situs di Goruk dan Pulau Qeshm selama akhir pekan, dengan klaim bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai “pembelaan diri,” khususnya setelah penembakan jatuh drone AS di kawasan itu.
Secara terpisah, IRGC menyatakan telah menyerang sebuah pangkalan AS yang digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayah selatan Iran. Meskipun IRGC tidak merinci pangkalan mana yang diserang, Kuwait menyatakan telah mencegat serangan rudal dan drone pada hari Senin tersebut.
Serangkaian serangan terbaru ini menandai semakin renggangnya gencatan senjata yang sudah rapuh antara AS dan Iran, setelah keduanya saling melancarkan serangan sporadis sepanjang pekan lalu.
Iran Ingin Berdamai
Meski demikian, harapan masih ada bahwa kedua pihak pada akhirnya akan mencapai kesepakatan damai. Trump menyatakan dalam unggahan media sosialnya pada Minggu malam bahwa “Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan,” dan bahwa semuanya akan “berjalan dengan baik pada akhirnya.”
Namun, ia tidak merinci apakah perundingan sedang berlangsung dan apakah kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz sudah dekat. Trump dan para pejabat lainnya berulang kali menegaskan bahwa sebuah kesepakatan mungkin sudah di ambang pintu, meski ketegangan militer dengan Iran kembali memanas belakangan ini. (nov)


