Aksi Ambil Untung Tekan Indeks Wall Street

BRIEF.ID – Indeks-indeks utama di Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS), ditutup melemah pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Pelemahan dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah reli dalam beberapa sesi sebelumnya, di tengah perhatian investor terhadap musim laporan keuangan emiten dan rilis data ekonomi terbaru.

Pelaku pasar juga mencermati data yang menunjukkan konsumsi masyarakat dan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang membayangi pergerakan pasar. Investor kini menantikan laporan keuangan Netflix yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan.

Indeks S&P 500 turun 0,5% ke level 7.533,61, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi terkoreksi lebih dalam, yakni 1,5% menjadi 25.881,95. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,2% ke 52.553,62, setelah sempat menguat hingga 0,5% pada awal sesi.

Dari sisi ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran AS untuk pekan yang berakhir pada 11 Juli tercatat 208 ribu, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 218 ribu, mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih solid.

Sementara itu, penjualan ritel AS pada Juni 2026 tumbuh 0,2% secara bulanan (month-on-month/MoM), sesuai perkiraan pasar, meski melambat dibandingkan pertumbuhan 1% MoM pada Mei.

Investor juga menantikan rilis Michigan Consumer Sentiment Preliminary yang diperkirakan meningkat ke level 51 pada Juli 2026 dari 49,5 pada Juni, sebagai indikator terbaru tingkat kepercayaan konsumen AS.

Dari Eropa, ekonomi Inggris menunjukkan perbaikan. Produk domestik bruto (PDB) Inggris tumbuh 0,1% MoM pada Juni 2026, sesuai ekspektasi pasar, setelah mengalami kontraksi 0,1% MoM pada Mei.

Di pasar komoditas, harga minyak dunia turun hampir 1%, meskipun ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Iran dilaporkan meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur ekspor minyak melalui Laut Merah apabila Amerika Serikat menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 1 basis poin menjadi 4,559%. Di sisi lain, harga emas spot turun 1,7% ke level US$3.989 per troy ons, tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi serta ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Sektor Konsumsi dan Ekspor Harus Didorong untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

BRIEF.ID - Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry...

BI: Capital Inflow Capai US$1,8 Miliar di Juli-Agustus 2026

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) menyatakan aliran modal asing...

BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75% untuk Perkuat Stabilitas Rupiah

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga...

BI Pertahankan BI Rate 5,75%

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%...