BRIEF.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengendalian inflasi dan digitalisasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah dinamika tantangan global, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga kebijakan proteksionisme perdagangan Amerika Serikat (AS), Indonesia tetap optimistis.
Ketahanan ekonomi nasional tercermin dari capaian pertumbuhan yang solid, peningkatan konsumsi masyarakat, peningkatan investasi, serta percepatan belanja pemerintah. Capaian pertumbuhan ekonomi yang kuat juga tidak terlepas dari dukungan inflasi yang terkendali,” kata Airlangga di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Airlangga selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengungkapkan, pada Oktober 2025, inflasi tercatat sebesar 2,86% secara year-on-year (YoY).
“Inflasi terkendali dalam rentang target sasaran nasional. Ini dipengaruhi konsistensi kebijakan suku bunga BI dan dorongan kebijakan insentif fiskal Pemerintah dalam mengarahkan ekspektasi inflasi,” kata dia.
Dikatakan,bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil serta implementasi strategi kebijakan utama 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) terus dilakukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam rentang sasaran.
Selain menjalankan program reguler pengendalian inflasi, kata Airlangga, Pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi, dalam rangka menjaga stabilitas daya beli di masyarakat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah telah menyalurkan berbagai stimulus ekonomi hingga akhir tahun, di antaranya program diskon transportasi; bantuan pangan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra dan program magang lulusan perguruan tinggi,” ujar Airlangga. (nov)


