News

Indonesia Komit Jaga Perdamaian Dunia, Tapi Tetap Tegas Terkait Prinsip dan Hukum

January 30, 2020

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menegaskan Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Menurutnya, politik luar negeri yang bebas dan aktif akan terus menjadi pedoman Indonesia dalam menjalin kerja sama maupun menyelesaikan konflik yang ada di berbagai negara.

“Indonesia berkomitmen ikut menjaga stabilitas dunia. Di tengah kondisi dunia seperti ini, tidak mudah untuk menjaga kepentingan kita, kehormatan bangsa sambil terus berkontribusi pada perdamaian dunia, ini amanah konstitusi kita. Politik luar negeri akan dijalankan dengan konsisten, bebas aktif dan tetap menghormati negara lain. Kita tidak bisa menghindarkan dari transaksi. Tapi tidak semua valueable,” kata Retno dalam pidatonya di acara IDE Katadata di Ballroom Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Retno memberi contoh beberapa kontribusi Indonesia dalam mengupayakan perdamaian di negara-negara konflik seperti di Palestina, Afganistan dan Rohingya. Untuk Palestina, dirinya mengatakan bila Indonesia akan terus dan selalu mendukung perjuangan mereka untuk merdeka. Tidak sekedar politik, Indonesia juga memberikan bantuan-bantuan lain yang sifatnya sosial dan kemanusiaan untuk meningkatkan kemampuan dan derajat masyarakat Palestina.

“Untuk Palestina, kita akan terus mendukung perjuangan mereka, bukan cuma politik tapi juga di belakang itu seperti mendidik anak, mendidik polisi dan zero tarif untuk beberapa produk mereka. Agar mereka punya ruang untuk berdiri sebagai bangsa. Bila tidak begitu, usaha mereka mencapai kemerdekaan yang diimpikan akan semakin terjal. Kita akan konsisten mendampingi mereka, ini amanah konstitusi,” papar Retno.

Sejalan dengan Palestina, Indonesia akan terus mendukung perdamaian di Afganistan. Lewat dialog, ujar Retno, dirinya yakin bila konflik di negara Timur Tengah itu bisa diselesaikan. Bahkan dirinya menyebut sudah pernah berdialog langsung dengan Taliban dalam upaya damai tersebut. Upaya lain yang dilakukan adalah dengan melibatkan peran perempuan sebagai agen perdamaian. Menurut Retno, perempuan memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih tinggi dalam negosiasi dan dialog damai.

“Kedua, Afganistan. Mereka sudah konflik lebih dari 40 tahun. Kita dukung upaya perdamaian lewat dialog, kita berdialog dengan semua pihak yang konflik termasuk komunikasi dengan Taliban. Untuk memberi trust bahwa Indonesia ingin membantu. Kalau perempuan ikut dalam upaya perdamaian kemungkinan besar akan berhasil. Saya ingin jadikan perempuan sebagai agen perdamaian. Saat konflik selesai saya berharap hak perempuan tetap dijaga. Kita juga bangun Islamic Center. Intinya terus berbagi dan kita ingin bangun toleransi,” tuturnya.

Sementara untuk mengungsi Rohingya, Indonesia terus menentang adanya diskriminasasi, penelantaran pengungsi dan mendorong penegakan HAM. Indonesia juga terus memberikan bantuan untuk membantu para pengungsi.

“Lalu juga isu Rohingya. Kita terus bantu, fokusnya menentang diskriminasi, penelantaran pengungsi dan mendorong penegakan. Di sana kita ada beri bantuan 1 rumah sakit dan 6 sekolah serta bantuan USD 500 ribu,” terang Retno.

Namun Retno juga menegaskkan bila Indonesia akan tetap tegas dalam menyangkut kedaulatan negara. Dengan tegas Retno menjamin tidak akan main-main bila ada negara yang coba-coba mengusik kedaulatan, seperti yang terjadi di Laut Cina Selatan. Sebab, menurutnya, aturan yang sudah ada dan menjadi perjanjian internasional harus dihormati oleh semua negara.

“Laut Cina Selatan, kita serukan penghormatan hukum internasional. Klaim apapun harus berdasarkan hukum internasional bukan hukum tanpa basis. Kita main di ranah aturan. Masuknya kapal nelayan Cina di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia, saya sampaikan hal-hal yang prinsip. Kita sangat fleksibel, buat teman sebanyak tapi soal prinsip tidak bisa diganggu gugat,” pungkas Retno.