BRIEF.ID – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin berharap Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia (RI) Faisal Abdullah H. Amodi membantu mempermudah akses produk halal Indonesia ke Arab Saudi.
“Saya berharap Arab Saudi dapat mempermudah akses masuk produk-produk Indonesia, khususnya produk halal,” kata Wapres dalam pertemuan dengan Amodi di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (27/2/2023).
Wapres mengungkapkan, beberapa perusahaan Indonesia telah mendaftarkan produk-produknya ke Saudi Food And Drug Authority (SFDA), namun sampai saat ini belum mendapat persetujuan dari institusi itu.
“Saya minta bantuan Pak Dubes agar persetujuan SFDA dapat segera keluar, khususnya untuk produk perikanan yang dibutuhkan jamaah haji Indonesia,” kata dia.
Pada 17 November 2022, Wapres menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan SFDA di sela penyelenggaraan Forum Halal20, di Semarang, Jawa Tengah.
“Pemerintah sudah melakukan, namun di swasta belum menerapkannya,” kata Wapres.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2022, belanja syariah global melampaui US$ 2 triliun pada tahun 2021. Bahkan diperkirakan pada tahun 2025 akan naik menjadi US$ 2,8 triliun.
Sebagai negara yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama di pasar halal global dengan berbagai negara-negara tujuan ekspor.
Diperlukan kerja sama internasional untuk jaminan kehalalan produk, termasuk Saudi Food and Drugs Authority. Arab Saudi adalah mitra dagang terbesar Indonesia di Timur Tengah. Perdagangan kedua negara naik 35,3% pada tahun 2022 hingga mencapai US$ 7,51 miliar.
“Angka ini sudah lebih tinggi dibanding sebelum pandemi. Potensi perdagangan kita sangat besar dan perlu kita dorong agar terus meningkat,” kata Wapres.