Volatilitas Reda, Saatnya Mereformasi Pasar Modal  

BRIEF.ID – Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (30/1/2026) berhasil diredakan, di tengah upaya mereformasi pasar modal.

IHSG ditutup menguat pada level 8.329,61 atau naik 1,18%) di perdagangan Jumat (30/1/2026). Volatilitas indeks cenderung mereda setelah dua hari perdagangan mengalami gejolak signifikan akibat peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait  potensi diturunkannya posisi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Investor cenderung wait and see menantikan perkembangan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memenuhi persyaratan MSCI  sebelum Mei 2026.

Di sisi lain, mundurnya Direktur Utama BEI Iman Rachman  dan instruksi Presiden Prabowo juga tidak direspon oleh pasar dengan fluktuasi tinggi.

Presiden Prabowo menginstruksikan kenaikan limit investasi dana pensiun dan asuransi menjadi 20% dari sebelumnya 8%.

Pemerintah juga berencana mempercepat demutualisasi BEI dan meningkatkan free float dari 7,5% menjadi 15% untuk meningkatkan tata kelola dan keterbukaan informasi.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara juga membuka opsi untuk menjadi pemegang saham BEI setelah proses demutualisasi selesai.

Langkah reformasi dan insentif itu diharapkan dapat memperkuat struktur pasar modal Indonesia dalam jangka menengah panjang. Meskipun demikian, investor masih akan mencermati perkembangan implementasi kebijakan ke depan. 

Pada pekan depan, dijadwalkan akan dirilis beberapa indikator ekonomi domestik yang penting, yaitu indeks PMI Manufacturing, pada Senin (2/2/2026), neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi pada Kamis (5/2/2026), serta cadangan devisa dan indeks harga properti pada Jumat (6/2/2026).

Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan cenderung konsolidasi pada kisaran 8150-8600 pada pekan depan. Jika IHSG mampu bertahan di atas 8600, berpotensi melanjutkan rebound.  Saham-saham yang diunggulkan pada perdagangan,  pekan depan di antaranya HMSP, TOBA, UNVR, BRIS, BBTN, dan GGRM. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Regulator dan Operator Bursa Mundur Berjemaah, Alarm Tata Kelola  Kepercayaan Publik

BRIEF.ID - Tanggal 30 Januari 2026 menjadi momentum tidak...

Presiden Trump Calonkan Kevin Warsh Sebagai Ketua The Fed

BRIEF.ID – Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan, pada...

Indeks Saham di Bursa AS Jatuh dan  Harga Emas Anjlok

BRIED.ID - Pasar keuangan Amerika Serikat (AS) bergejolak, pada...

Usut Korupsi Tata Kelola Perkebunan dan Sawit, Kejagung Geledah Rumah Pribadi eks Menteri Siti Nurbaya

BRIEF.ID - Kejaksaan Agung menggeledah rumah pribadi mantan Menteri...