BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, militer AS telah menghancurkan 10 unit kapal penebar ranjau laut milik Iran dalam operasi militer terbaru di kawasan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Target utama operasi ini adalah mencegah Iran menutup jalur pelayaran dengan ranjau laut.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, pada Selasa (10/3/2026), Trump mengatakan, “Saya dengan senang hati melaporkan bahwa dalam beberapa jam terakhir, kami telah menghantam, dan menghancurkan sepenuhnya, 10 kapal dan/atau perahu penebar ranjau yang tidak aktif, dan akan ada lebih banyak lagi yang menyusul!”
Serangan itu terjadi setelah CNN melaporkan bahwa Iran telah mulai menebar ranjau di Selat Hormuz. Seorang pejabat AS mengatakan, Teheran menggunakan kapal-kapal kecil yang membawa dua hingga tiga ranjau. Namun, Trump mencatat bahwa AS “tidak memiliki laporan” tentang Teheran yang memasang ranjau di jalur itu.
Trump mengatakan AS akan mengerahkan teknologi rudal yang sama yang digunakan terhadap kapal-kapal penyelundup narkoba di Karibia untuk menghancurkan kapal apa pun yang mencoba menebar ranjau di selat tersebut.
Selat Hormuz dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari. Gangguan di selat ini telah mendorong harga minyak naik sejak serangan AS-Israel terhadap Iran, dimulai pada 28 Februari 2026.
Trump berjanji bahwa selat itu akan tetap “aman” dan mengatakan Iran akan dihantam 20 kali lebih keras jika melakukan sesuatu untuk menghentikan aliran minyak.
Eskalasi di Timur Tengah terus meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, dan hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, yang merupakan pemimpin tertinggi Iran. Setidaknya delapan anggota militer AS telah tewas sejak awal kampanye itu. (nov)


