BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, AS tidak membutuhkan NATO, setelah permohonannya ditolak sejumlah negara anggota. Sebelumnya, Trump meminta negara-negara anggota NATO mengerahkan pasukan angkatan laut multinasional untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz, yang ditutup oleh Iran.
Berbicara kepada wartawan dari Ruang Oval, Trump menggambarkan penolakan atas permohonannya sebagai “kesalahan yang sangat bodoh,” seraya menambahkan tanpa bukti: “Semua orang setuju dengan kita, tetapi mereka tidak ingin membantu. Dan kita, Anda tahu, kita sebagai Amerika Serikat harus mengingat hal itu karena kita pikir itu cukup mengejutkan.”
Trump menyatakan seharusnya Eropa mengirimkan kapal penyapu ranjau untuk membantu operasi di Selat Hormuz, sebab itu “bukan masalah besar” tetapi “tidak adil” bagi AS.
Sekali lagi, di antara target Trump adalah perdana menteri Inggris Keir Starmer, yang menurut Trump membuatnya kecewa. Ia menambahkan bahwa hubungan AS dan Inggris telah baik sebelum Starmer menjabat.
Pernyataan presiden AS itu disampaikan setelah PM Starmer mengatakan pada hari Senin (16/3/2026) bahwa meskipun Inggris akan “mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela diri dan sekutu kami, Inggris tidak akan terlibat dalam perang yang lebih luas.” Sumber di kalangan pemerintah Inggris mengatakan tidak ada rencana untuk mengerahkan kapal-kapal Inggris di Selat Hormuz. (The Guardian/nov)


