Tren Kenaikan Inflasi Terus Berlanjut

Jakarta, 12 April 2022 – Tren kenaikan inflasi pada tahun ini terus berlanjut, setelah aktivitas perekonomian di dalam negeri sempat terkena dampak pandemi Covid-19 yang muncul pada awal 2020.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa inflasi Maret mencapai 2,6 basis poin, lebih tinggi dibandingkan Januari dan Februari yang masing-masing sebesar 2,2 dan 2,1 basis poin. Angka inflasi Maret 2022 juga merupakan tertinggi sejak April 2020.

Tekanan harga global dan faktor cuaca menjadi pendorong kenaikan inflasi domestik pada Maret 2022. Eskalasi risiko di tingkat global menjadi downside risk yang signifikan bagi prospek pertumbuhan global dan mendorong kenaikan proyeksi inflasi.

Hal itu dikemukakan oleh Febrio Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dalam Indonesia Macroeconomic Update 2022.

Dalam paparannya, Febrio menyebutkan bahwa peningkatan tensi geopolitik yang disebabkan oleh perang antara Rusia dan Ukraina berpotensi mendorong moderasi yang lebih dalam bagi pertumbuhan ekonomi global.

Harga-harga komoditas global yang tinggi mulai tersalurkan pada harga domestik, di tengah proses pemulihan permintaan yang terus berlangsung.

“Inflasi Maret 2022 mencapai angka tertinggi sejak April 2022, dipengaruhi oleh tekanan harga global dan faktor cuaca,” paparnya.

Sektor makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi yakni 25 persen. Sektor selanjutnya yang juga menyumbangkan inflasi tinggi yakni perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya serta transportasi yang kontribusinya terhadap inflasi mencapai dua digit.

Stabilisasi harga, lanjutnya, diupayakan melalui operasi pasar, pengawasan distribusi, dan menjaga ketersediaan pasokan terutama pada masa Ramadan dan Idul Fitri.

Selanjutnya, sinergi antarlembaga diperkuat untuk menjaga ekspektasi inflasi agar inflasi dapat tercapai sesuai sasaran 3,0 ± 1,0 persen.

Dia juga mengemukakan proyeksi inflasi global yang menunjukkan kenaikan signifikan, di tengah berlanjutnya tekanan inflasi domestik di berbagai negara serta adanya eskalasi konflik geopolitik Rusia-Ukraina. (ANO)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Yardeni Research: Sulit Turunkan Suku Bunga The Fed Tahun 2026

BRIEF.ID - Bias pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral Amerika...

Trump Sebut Pembicaraan dengan Presiden Xi Jinping Sangat Positif

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut...

S&P 500 dan Nasdaq Perpanjang Rekor Kenaikan

BRIEF.ID – Indeks S&P dan Nasdaq pada penutupan perdagangan...

Rupiah NDF Menguat Tipis, Bertahan di Level Rp17.500 per Dolar AS

BRIEF.ID - Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF)...